Sukses

Bulfest 2017 Hadirkan The Power of Buleleng

Liputan6.com, Buleleng Pantai utara Bali yang biasanya sepi akan ‘meledak’ dalam musik dan tarian saat Buleleng Festival (Bulfest), 4-9 Agustus 2017. Monumen Singa Ambara Raja, Puri Kanginan, dan Pusat Budaya Sasana Budaya, di Kabupaten Buleleng, yang menjadi pusat acara, diyakini bakal heboh.

Bakal ada puluhan kelompok seni yang menampilkan tariannya disertai gamelan dan musik khas Bali Utara yang akan menunjukkan kekuatan sesungguhnya dari Kabupaten Buleleng.

"Ini menjadi penyelenggaraan tahun ke-5. Dan Bulfest dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan seluruh kekuatan Buleleng baik dalam bidang budaya, pariwisata serta sosialnya untuk ditampilkan sebagai cerminan Buleleng.," kata Tastra Wijaya, Kadis Kebudayaan Buleleng, Senin (31/7).

Lantaran mengusung tema The Power of Buleleng, evennya pun diset sangat spektakuler. Musisi papan atas nasional seperti Rizky Febian, Endank Soekamti dan Kotak dipastikan tampil di tengah acara. Begitu juga band lokal dari Buleleng maupun yang dikenal luas di Bali.

Deretan band Bali yang direncanakan diantaranya Nanoe Biroe,Lolot dan Jun Bintang. Selain itu, Bupati Buleleng juga memfasilitasi para pemenang Lomba Lagu Pop Bali yang digelar RRI Singaraja bulan lalu untuk tampil dalam festival ini.

"Pastinya akan dibuka oleh Tarian Utara Giri, serta kesenian Beleganjur dan Ngoncang massal," tutur dia.

Beleganjur dan Ngoncang Massal dipilih berdasarkan tema yang sudah ditentukan. “Beleganjur dari segi alatnya ataupun musiknya memiliki power yang bagus. Begitu pula ngoncang yang memiliki power atau kekuatan pada jaman agraris,” jelasnya.

Untuk Ngoncang, akan ditampilkan sepuluh grup yang dikoordinir Desa Pakraman Buleleng. Kesepuluh grup tersebut terdiri dari minimal 12 orang sampai 15 orang. Sehingga para seniman yang terlibat dalam pagelaran seni massal di Jalan Ngurah Rai pada saat pembukaan berjumlah kurang lebih 850 orang termasuk dengan 20 sekaa beleganjur.

Hiburan tradisionalnya, akan diisi bondres yang dikaloborasi dengan genjek. Selain itu akan ditampilkan juga sendratari Ramayana yang akan digarap gabungan seniman Buleleng. Kemudian gong kebyar dan tariannya, dan kesenian rekontruksi Janger Menyali.

"Akan ada 52 sanggar tari seluruh Kabupaten Buleleng. Semua akan tampil maksimal untuk menunjukkan the power of Buleleng, Buleleng yang mempunyai kekuatan di bidang seni dan budaya,” tandasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, arena Bulfest 2017 akan dibagi dalam beberapa zona. Zona A meliputi panggung utama di depan Tugu Singa Ambara Raja. Zona B Sasana Budaya, Zona C Laksmi Graha, Zona E Rumah Jabatan Bupati, Zona F Parkir Timur Kantor Bupati, Zona G Jalan Gunung Agung Timur, Zona H Parkir Barat DPRD, Zona I Jalan Pahlawan, dan Zona J Jalan veteran.

Selain menyajikan hiburan kesenian, para pengusaha wisatawan juga dapat menikmati pesona alam kabupaten Buleleng yang juga sungguh mempesona. Pantai Lovina yang merupakan icon di wilayah Singaraja, di pantai ini bisa melihat ribuan lumba-lumba yang menyelam dan melompat di udara setiap pagi. Pasir yang kehitam-hitaman menjadikan Lovina terlihat lebih eksotik.

Yang suka diving, ada Pulau Menjangan yang bisa disinggahi. Itu adalah pulau karang yang terletak di ujung barat laut Pulau Bali. Spot divingnya disebut-sebut salah satu tempat menyelam terbaik di Dunia.

Yang ingin menjajal destinasi lain, ada Danau Bratan di kawasan Bedugul yang bisa dikunjungi. Jaraknya sekitar 50 km dari Singaraja. Danau yang terletak di sisi paling timur itu diapit dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan.

Menpar Arief Yahya ikutan sumringah melihat keseriusan Buleleng mengemas agenda pariwisatanya. Baginya, ini adalah cara efektif mengenalkan Buleleng kepada dunia.

“Bulfest 2017 akan memberi efek yang sangat dahsyat. Bali akan makin ngetop. Dampak ekonominya pun sangat besar. Terima kasih kepada seluruh seniman, musisi nasional dan daerah yang telah berparitisipasi untuk mensukseskan Bulfest 2017," pungkasnya.

Arief meyakini, Bulfest 2017 memiliki aspek Content dan Communication yang bagus.

"Harapan selanjutnya setelah Content-nya sudah oke, Communication sudah oke, tinggal C yang ketiga yaitu Commercial. Aspek Commercial pun berarti sudah mengokohkan Bali sebagai destinasi utama Indonesia," ujarnya menjelaskan.

Selama ini Bali menjadi penyumbang terbesar wisatawan mancanegara yang berlibur ke Indonesia. Jika pada 2015 wisman yang ke Bali mencapai 4 juta, pada 2016 wisman ke Bali meningkat menjadi hampir 5 juta. Hal ini membuat Arief Yahya berharap banyak pada Bali di tahun ini.

"Tahun 2017 kita proyeksikan 6 juta (wisman). Karena kita menginginkan distribusi wisman ini tidak hanya di Bali bagian selatan, tapi kita harapkan juga Bali bagian utara," ujarnya.

(*)

Artikel Selanjutnya
Potret Albinisme dalam Keindahan yang Menakjubkan
Artikel Selanjutnya
RI Narcotics Agency Chief Targets Prisons for Next Drugs Bust