Sukses

Opick Bikin Pekan Natuna Expo 2017 Makin Eksotik

Liputan6.com, Jakarta Anda pernah ke Natuna? Yang posisinya berada di Laut Natuna (dulu Laut China Selatan, red)? Eksotisme wisata baharinya boleh dibenchmark dengan mana saja. Pantau saja foto-foto yang akan diposting oleh komunitas GenPI Natuna dan GenPI Kepri! Kalian pasti tercengang dan ingin menghabiskan sore dengan sunset di sana.
Kali ini ada momentum yang tepat. Ada even crossborder bertajuk Pekan Natuna Expo pada 29 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Aksesnya, sudah ada pesawat yang mendarat ke Natuna, Kepri.

Sebelumnya, Natuna pada awal Juni lalu juga menggelar Festival Wisata Bahari yang mampu menyedot wisatawan mancanegara (wisman). Ada 12 yacht yang membawa 24 wisman asal Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia dan beberapa negara lainnya yang masuk ke Natuna.

Pekan Natuna Expo 2017 selama empat hari yang akan digelar di Kota Ranai dan Pulau Senoa juga menjadi bagian dari langkah promosi wisata Natuna baik dari sisi kebudayaan, alam dan tujuan wisata lainnya.

"Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dalam rangka mendukung promosi dan percepatan pembangunan sektor pariwisata yang diharapkan juga akan berdampak positif bagi pengembangan sektor lainnya," kata Bupati Natuna Hamid Rizal

Hamid meyakini event ini juga akan berimbas positif bagi warga Natuna, terutama dalam upaya pemberdayaan sektor ekonomi kerakyatan yang memanfaatkan sumber daya lokal. " Sekaligus mendorong usaha kreatif di antaranya bagi para pengrajin souvenir, pengusaha kuliner, penggiat kesenian budaya dan pelaku usaha lainnya," tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Afriandi mengatakan, pembukaan Pekan Natuna Expo 2017 akan dimulai dengan peluncuran branding pariwisata kabupaten yang dilintasi jalur pelayaran internasional itu. Sedangkan pada hari kedua akan ada Festival Pulau Senoa yang digelar sejak pagi hingga sore hari.

"Di Pulau Senoa akan digelar lomba pacu kolek yang merupakan alat transportasi air yang masih tradisional. Ada pula lomba dayung dan lomba fotografi dengan tema foto Wonderful Senoa," sebutnya

Di hari terakhir, wisatawan yang hadir akan dihibur oleh penyanyi kondang religi dan sekaligus ustadz tanah air, Opick. Hiburan lagu religi dari sang Tombo Ati Opick ini akan membuat even ini menjadj eksotik dengan membawakan sejumlah lagu hits nya bernuansa Islami seperti Allahu Akbar, Astaghfirullah, Cahaya Hati, Rumput Bertasbih, Bila Waktu Tlah Berakhir dan nyanyian Islami lainnya

Kementerian Pariwisata pun mendukung gelaran acara yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan di sea zone ini. Deputi pun menyebutkan, bicara soal potensi wisata, Natuna sudah tak diragukan lagi. Natuna memiliki pantai dengan bongkahan batu besar bernama Alif Stone Park. Selain itu juga tak kalah eksotiknya, banyak tempat wisata lain yang wajib dikunjungi seperti Masjid Agung, Museum Sri Serindit, serta kehidupan kebudayaan masyarakat di Kecamatan Sendanu.

"Masjid Agung, arsitekturnya indah dengan kubah mirip kubah Taj Mahal. Masjid ini adalah maskot Kota Ranai. Di Museum Sri Serindit tersimpan benda bersejarah dari harta karun kapal yang ditemukan di perairan Natuna. Di Kecamatan Sendanu, wilayah ini juga terkenal sebagai asal para pencari harta karun," papar Esthy.

Untuk berkunjung ke Kabupaten Natuna juga mudah, dapat menggunakan transportasi udara melalui Bandara Hang Nadim Batam ataupun dapat menggunakan Kapal laut melalui Pelabuhan Batam maupun Pelabuhan Pontianak.

Di Kabupaten Natuna sendiri dapat menggunakan jasa mobil rental, ojek maupun jasa angkutan kapal pompong untuk mengelilingi pulau-pulau kecil dengan destinasi wisata pantai dan wisata bawah air nya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap agar potensi pariwisata bahari yang ada di Natuna dan Kepri lebih cepat dioptimalkan. Pertama, Kepri itu provinsi yang dekat dengan market utama, Singapore dan Malaysia. Kedua, potensi wisata baharinya juga sangat kuat dan tergolong world class.

“Ketika destinasi kuat, ketemu dengan originasi dalam jangkauan dekat, itu tinggal menemukan timeline untuk membuat momentum agar pariwisata bisa berkembang pesat di sana,” kata Menpar Arief Yahya yang meminta kepada semua CEO (baca Bupati, Walikota, Gubernur, red) untuk berkomitmen serius terhadap pariwisata.

Mengapa? “Pariwisata sudah menjadi core economy bangsa. Pariwisata juga sudah menjadi leading sector, untuk mendrive ekonomi daerah dan masyarakatnya. Dan Pariwisata terbukti sudah menjadi sector yang paling cepat, mudah dan murah untuk mendapatkan devisa,” tegas Menpar Arief.

Apa indicator sebuah daerah itu punya pimpinan daerah yang “commited”? Pertama, apakah Kadispar – Kepala Dinas Pariwisatanya sudah dipilih orang yang terbaik? Kedua, apakah sudah dialokasikan sumber daya dan anggaran yang signiifikan untuk Pariwisata? Kalau kedua itu sudah commited, 50% kesuksesan sudah di atas kertas!” kata Menpar.

Menteri Arief menyatakan, pemerintah menargetkan wisata bahari mampu memberi pemasukan bagi devisa negara sebesar US$4 miliar atau 10 persen dari target US$20 miliar pada tahun 2019. “Ini angka yang tidak kecil dan tidak mungkin bisa direalisasikan dengan cara yang biasa. Semua harus bergerak. Sebagai cross border, Natuna menjadi strategis untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai target kunjungan wisman," ungkapnya.

 

 

(*)

    Artikel Selanjutnya
    Siti Badriah Bakal Goyang di Pesta Kemerdekaan Borneo
    Artikel Selanjutnya
    Lirikan Manja Wanita Cantik Truk India Goda Pengunjung GIIAS 2017