Sukses

Begini Caranya Mengukur Gaji Anda Kecil atau Tidak

Liputan6.com, Jakarta Gaji kecil atau besar itu relatif, dan katanya itu tidak penting. Sebab, semua akan tergantung kepada cara mengelolanya. Benarkah? Salah.

Betul kalau keamanan finansial itu tidak terpatok kepada besar atau kecilnya gaji. Betul juga kalau mengatakan bahwa gaji besar itu tidak menjamin keuangan kita sehat. Gaji mungkin dua digit, tapi kalau tiap hari makan di restoran fine-dining tentu akan cepat habis juga.

Meski begitu, nominal gaji itu sendiri juga penting. Kenapa? Karena besaran gaji secara tidak langsung merepresentasikan "harga" kita sebagai seorang karyawan. Dan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan untuk jasa dan keahlian kita.

Bagi yang sudah punya pengalaman kerja dua atau tiga tahun, sudah saatnya kita mulai “pasang tarif”. Beranikan diri untuk protes kalau merasa tidak dibayar sesuai dengan pengalaman dan kapabilitas kita dalam karier.

Kembali lagi soal ukuran gaji besar atau kecil itu relatif, berarti tidak ada ukuran pastinya berapa “gaji kecil” itu? Tidak juga.

Kita bisa kok dengan tegas menyatakan, “Gaji saya terlalu kecil.” Tapi ada ukurannya. Supaya tidak salah paham, berikut ini sejumlah indikator dari DuitPintar.com yang bisa dipakai untuk memastikan apakah benar gaji Anda terlalu kecil:

1. Sesuai UMR atau tidak?
Upah Minimum Regional (UMR) itu ada bukannya tanpa alasan. Ketetapan ini harusnya menjadi patokan paling kuat untuk mengukur apakah Anda dibayar sesuai dengan standar gaji di daerah Anda bekerja.

Tiap daerah memiliki UMR yang berbeda. DKI Jakarta, misalnya memiliki UMR Rp 3,35 juta untuk 2017. Jika Anda bekerja di ibu kota, coba cek apakah gaji Anda sekarang sudah setara atau di atas UMR tersebut? Kalau belum, berarti Anda sah mengatakan kalau gaji Anda terlalu kecil untuk bisa hidup di Jakarta.

2. Bandingkan dengan gaji orang lain yang memiliki profesi sama
Perkara gaji memang agak sensitif dibicarakan secara blak-blakan. Sebab masih banyak yang menganggap kalau ini urusan “dapur” masing-masing orang.

Tapi jangan patah arang, ini ada jalan keluarnya. Pertama, Anda bisa cari tahu dulu ke teman-teman dekat yang memiliki profesi dan jabatan yang sama. Biasanya, kalau teman dekat akan lebih “terbuka” untuk urusan ini.

Tapi kalau tidak ada, masih ada jalan lain. Sekarang, Anda juga bisa cek rata-rata gaji di pasaran untuk masing-masing profesi di situs pencarian kerja. Dengan mengecek benchmark gaji untuk profesi Anda di situs-situs tersebut, Anda jadi punya ukuran lebih jelas untuk menilai besar gaji Anda sekarang.

3. Bandingkan gaji sekarang dengan beban kerja


Setelah mengetahui standar gaji di industri Anda dan ternyata gaji Anda masih di atas rata-rata, sekarang coba cek apakah itu sebanding dengan beban kerja.

Misalnya Anda mendapati bahwa rata-rata gaji seorang sales adalah Rp 7 juta. Berhubung gaji Anda sekarang adalah Rp 8 juta, berarti ini sudah di atas standar. Tapi jangan senang dulu. Sekarang coba lihat apakah gaji itu sebanding dengan beban kerja yang Anda pikul.

4. Cari tahu gaji rekan sekantor dengan jabatan sama

Cara yang satu ini memang agak sulit untuk dilakukan. Tapi tak ada salahnya dicoba.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, urusan gaji memang hal yang cukup sensitif dibicarakan secara blak-blakan. Apa lagi antar sesama rekan kerja sekantor.

Tapi ketika Anda mulai merasa bahwa gaji yang Anda terima tidak sebanding dengan beban kerja yang diberikan perusahaan, tak ada salahnya mencari tahu apakah rekan-rekan kerja Anda yang lain mengalami nasib yang sama.

Coba buka obrolan dengan perbincangan santai soal pekerjaan. Dari situ Anda bisa mulai mengalihkan topik yang mengarah ke gaji. Kalau tidak bisa dapat nilai pasti gaji mereka, mungkin Anda bisa dapat gambaran kasarnya dan mengira-ngira sendiri.

Memang ukuran gaji kecil itu banyak dipengaruhi oleh faktor “X”. Makanya, Anda perlu teliti menilainya dengan mempertimbangkan empat hal di atas.

Sebisa mungkin bersikaplah objektif dan adil dalam mengukurnya. Supaya Anda juga bisa berargumen secara fair kepada HRD atau atasan jika ingin meminta kenaikan gaji.

Tak bisa dipungkiri, gaji itu urusan yang sangat penting dan bisa dibilang vital bagi hidup seseorang.
Makanya, penting untuk sadar dan paham apakah gaji Anda itu sudah layak atau belum.

Secara tidak langsung, menuntut gaji yang setimpal dengan kualitas Anda sebagai pekerja adalah bentuk penghargaan Anda kepada diri sendiri lho. Jadi, mulai sekarang coba lebih berani bilang “Tidak” untuk gaji kecil ya!

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
Kebutuhan Hidup Terus Naik? Ini Cara Menabung yang Tepat
Artikel Selanjutnya
5 Kebiasaan yang Bikin Anda Masuk Jurang Kemiskinan