Sukses

Simak Cara tepat Memilih Selebgram untuk Bisnis Anda

Liputan6.com, Jakarta Akhir-akhir ini, istilah Selebgram memang terasa akrab ditelinga. Selebgram berasal dari kata “selebriti” dan “Instagram”. Tapi bukan berarti pemilik akun itu adalah artis sinetron atau bintang iklan. Orang biasa pun bisa jadi selebgram.

Biasanya para selebgram memiliki banyak pengikut di akun media sosial dirinya, dan tampilannya cukup menginspirasi sehingga konten akun media sosialnya menjadi patokan bagi orang banyak. 

Kehadiran selebgram ini menjadi media promosi bagi banyak pengusaha yang ingin mempromosikan bisnis mereka. Agar promosi sesuai target, Duitpintar.com berbagi tips cara tepat memilih selebgram untuk promosi bisnis Anda. 

1. Teliti keaslian followers
Jangan asal percaya followers banyak. Bisa saja akun yang follow si selebgram adalah fiktif. Teliti followers tersebut untuk melihat apakah dia asli atau palsu.
Kalau followers palsu, promosi yang dilakukan akan sia-sia. Sebab user tersebut tidak aktif.

Caranya, lihat nama akunnya. Banyak akun bot yang memakai angka di belakang nama. Misalnya @XYZ123.
Selain itu, ambil sampel setidaknya 20 followers dan lihat postingan masing-masing. Bila jarang posting atau malah tidak ada sama sekali, yakinlah itu bot.
Terakhir, lihat komentar di postingan si selebgram. Bila like banyak tapi komentarnya di bawah 10, followers-nya yang banyak itu patut dipertanyakan.

2. Sesuaikan dengan pangsa pasar
Ada banyak macam selebgram, dari anak kecil sampai orang tua. Tugas kita adalah memilih selebgram dengan followers yang paling sesuai dengan pangsa pasar produk kita. Misalnya punya usaha baju anak, jelas tidak bijak mengambil jasa selebgram perempuan mudah yang sering pasang promosi dengan kostum minim. Cari selebgram yang keibuan, punya anak, serta sering berbagi cerita inspiratif soal parenting. Ini baru pasar yang prospektif.

1 dari 2 halaman

3. Followers = fans/ haters?


Jangan keliru, ya. Orang yang follow selebgram bukan berarti dia adalah penggemar. Bisa jadi dia adalah hater yang hanya mencerca tiap postingan yang dibuat si selebgram.
Lihat komentar postingan si selebgram. Bila ternyata lebih banyak nada menghina ketimbang memuji, lebih baik mundur saja.

4. Kualitas konten bagaimana?
Kualitas konten di sini berhubungan dengan bagaimana si selebgram membawakan produk yang dipromosikan. Bagaimana dia mengemas foto dan video yang ditampilkan dalam akun Instagram-nya? Coba kita lihat beberapa produk lain yang ia promosikan.
Bila bahasa pemasarannya biasa saja, atau bahkan kurang berkualitas, lebih baik cari alternatif lain. Atau bila memang sangat tertarik, misalnya karena follower asli banyak dan tarifnya murah, kita bisa berikan script dan foto atau video untuk dia bawakan agar sesuai dengan keinginan kita.

5. Harga sesuai bujet
Tarif selebgram beragam. Ada yang sekali post Rp 50 ribu, ada pula yang sampai jutaan rupiah untuk harga paket beberapa kali post.
Bila sudah menemukan selebgram yang potensial, tinggal negosiasikan tarif agar sesuai dengan bujet. Kita bisa menanyakan beberapa selebgram untuk mendapat tarif rata-rata. Jangan sampai kemahalan membayar selebgram tertentu tapi hasil belum kelihatan.

6. Punya platform selain Instagram?
Selebgram memang berfokus di Instragram. Tapi bukan berarti dia tidak punya akun media sosial lain yang bisa dimanfaatkan untuk sarana promosi.
Nah, kalau dia punya, itu bisa jadi bonus. Misalnya di Twitter atau Facebook. Sekali post di Instagram, postingannya juga keluar di Twitter dan Facebook. Jadi lebih luas pula jangkauannya.

Memilih selebgram untuk bisnis memang susah-susah gampang. Tapi cara ini kerap dipilih untuk sarana promosi, terutama oleh pengusaha mikro, kecil, dan menengah, karena biayanya sangat terjangkau.

Selain itu, target pasarnya jelas. Di Indonesia, jumlah pengguna Instagram aktif per 2016 sebanyak 22 juta orang. Menggiurkan sekali untuk dijadikan sasaran promosi, bukan?

Tapi ingat tips memilih selebgram di atas ya kalau mau menggunakan jasa mereka. Biarpun tarifnya terjangkau, efektivitas promosi diperlukan agar uang kita yang masuk ke kantong mereka tidak sia-sia.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: 

 

 

Artikel Selanjutnya
Tips Genjot Produktivitas Sebagai Pekerja Lepas
Artikel Selanjutnya
Bosan Kerja di Kantor? Berikut Tips Cari Uang dari Rumah