Sukses

Hati-Hati Saat Beli 8 Barang Ini, Butuh atau Lapar Mata?

Liputan6.com, Jakarta Tanpa sadar, kita sering mengatasnamakan “kebutuhan” demi bisa memiliki sesuatu yang kenyataannya hanyalah keinginan belaka.

Coba telaah lebih dalam lagi yuk, sebenarnya barang-barang yang kita beli itu memang dibutuhkan atau cuma lapar mata? Menurut DuitPintar.com, delapan barang di bawah ini seringkali rancu antara kebutuhan atau keinginan.

1. Kacamata dan Lensa Kontak
Awalnya, kacamata memang diciptakan untuk membantu mereka yang memiliki gangguan penglihatan. Tapi seiring berjalannya waktu, kacamata menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak yang menggunakan kacamata sebagai aksesori fashion agar terlihat lebih keren. Bahkan tak sedikit yang punya ratusan koleksi kacamata untuk bergaya.

Beda halnya kalau mata memang mengalami gangguan penglihatan. Pekerjaan jelas bisa terganggu dan bahkan bisa memungkinkan kesalahan jadi sering terjadi.

Mengeluarkan uang untuk membeli kacamata sebagai alat bantu penglihatan dalam situasi seperti ini sudah pasti masuk dalam kategori kebutuhan. Tapi kalau beli kacamata cuma untuk gaya, lebih baik dipikir-pikir lagi ya.

2. Kendaraan
Kehidupan di kota besar menuntut kecepatan, kenyamanan, dan keamanan, khususnya saat harus bepergian. Transportasi umum belum bisa terlalu diandalkan, terutama bagi yang mobilitasnya tinggi. Salah satu solusi yang dipilih tentu adalah membeli kendaraan pribadi.

Fasilitas kredit kendaraan yang makin mudah juga membuat banyak orang jadi tergiur dan latah mengambil kredit kendaraan. Padahal, harga kendaraan itu tidak murah, dan perlu pertimbangan serta kesiapan finansial sebelum memutuskan untuk membelinya.

Kalau kondisi finansial mumpuni dan lokasi kantor memang lebih mudah diakses dengan kendaraan pribadi, tentu sah-sah saja keluar uang untuk kebutuhan ini. Tapi kalau cuma untuk gengsi, apalagi kantong pas-pasan, tak perlu dipaksakan juga. Kendaraan pribadi itu adalah kebutuhan tersier, bukan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan.

3. Gadget
Zaman modern seperti sekarang, gadget memang sudah jadi benda yang kerap disebut sebagai kebutuhan. Fungsinya tak lagi hanya untuk komunikasi, tapi juga untuk bermain media sosial, belanja online, sampai cari jodoh.

Gadget, mulai dari telepon selular (ponsel), tablet, sampai laptop memang dibutuhkan oleh sebagian orang. Tapi banyak juga yang berpikir kalau memiliki gadget terkini itu penting walaupun sebenarnya tidak terlalu memerlukannya.

Pemikiran seperti ini yang membuat penjualan gadget di Indonesia subur. Orang-orang berlomba untuk mendapatkan gadget terbaru hanya karena mengikuti tren atau mempertahankan gengsi.

Beli gagdet boleh, tapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan ya. Kalau memang hanya butuh ponsel untuk telfonan atau chatting, tak perlu beli yang harganya selangit dengan fitur-fitur kelewat canggih, kan?

4. Kamera
Buat seseorang yang berkecimpung di industri fotografi, kamera memang sudah jadi suatu kebutuhan. Apalagi kalau sudah masuk ke ranah yang profesional. Pastinya butuh hasil yang maksimal demi kepentingan performa kerja.

Tapi jika beli kamera mahal hanya karena iseng atau karena sedang ada diskon, itu bukan cuma keinginan konsumtif, tapi juga sikap belanja impulsif. Ingat, harga kamera digital tak bisa dibilang murah!

5. Jam tangan
Time is money. Setiap kegiatan harus diatur waktunya agar kehidupan bisa seimbang antara bekerja dan bersenang-senang. Jam tangan bisa jadi salah satu alat bantu yang mengingatkan kita betapa pentingnya manajemen waktu.

Tapi banyak juga yang jadi kecanduan beli jam tangan buat koleksi atau mendongkrak gengsi. Belinya pun tak tanggung-tanggung, sampai seharga jutaan rupiah. Kalau ini yang terjadi, jelas artinya Anda membeli karena keinginan semata.

Sebab, kalau memang beli jam tangan karena butuh, yang penting fungsinya, kan? Tak perlu beli yang bermerek atau keren, yang utama adalah jamnya bisa jadi petunjuk waktu.

6. Perlengkapan olahraga
Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jadi sudah pasti kesehatan badan harus dijaga. Saat rutinitas tinggi, kebutuhan akan stamina yang fit jadi sebuah kebutuhan. Tak mau kan bekerja terlalu keras sampai jatuh sakit? Ujung-ujungnya biaya perawatan jadi membengkak.

Kalau merasa harus punya perlengkapan olahraga di rumah untuk aktivitas jasmani, boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Toh, kita bukan olahragawan atau atlet. Tak perlu sampai beli treadmill sendiri, toh masih bisa lari keliling komplek rumah.

7. Peralatan elektronik
Rumah pasti ada isinya. Yang umum biasanya ada televisi, music player, lemari pendingin alias kulkas, dan pendingin ruangan alias AC. Tapi banyak juga yang latah beli ini-itu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Misalnya audio system yang canggih padahal jarang nonton atau oven besar tapi tidak pernah masak. Yang seperti ini yang bahaya. Cuma karena lapar mata, akibatnya kantong juga jadi merana.

8. Peralatan rumah tangga
Yang namanya perempuan paling tidak tahan kalau tidak belanja di toko peralatan rumah tangga yang besar dan lengkap. Mata pasti langsung berbinar melihat barang-barang yang unik dan lucu-lucu, apalagi kalau ditambah papan bertuliskan “SALE”.

Kalau sudah begini, biasanya langsung masukkan ke keranjang tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu apakah butuh atau hanya lapar mata. Misalnya lihat ada jemuran handuk lipat model baru langsung dibeli, padahal di rumah sudah punya satu.

Jadi, apa sudah mulai mengevaluasi barang-barang yang ada di rumah? Mulai sekarang coba lebih bijak saat akan membeli sesuatu. Jika memang benar-benar punya fungsi yang bisa membantu aktivitas sehari-hari dan sesuai dengan kemampuan finansial, silakan saja.

Tapi sebisa mungkin hindari membeli sesuatu secara impulsif. Lebih baik beli barang yang memang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: 

 

Artikel Selanjutnya
Gajian Masih Lama, Ini 6 Cara Atur Keuangan Saat Tanggal Tua
Artikel Selanjutnya
Susah Tidur, Atasi dengan Enam Hal Ini