Sukses

Ingin Memiliki Rumah dengan Harga Terjangkau? Ini Tipsnya

Liputan6.com, Jakarta Beli rumah dengan harga terjangkau untuk pekerja di Jakarta yang dekat dengan tempat kerja? Sepertinya mustahil. Itu pun akses jalan rumah tersebut biasanya tidak dapat dilewati mobil karena sempit. Atau sertifikatnya masih berupa hak guna bangunan, atau bahkan girik.

Mau beli unit apartemen, rasanya sayang. Apalagi masih ada biaya perawatan unit per bulan. Harus dihitung dengan betul agar cicilan per bulan tidak membebani.
Beli unit rusun bersubsidi? Sah-sah saja kalau memenuhi syarat. Kalau tidak, lebih baik jangan. 

Lalu, bagaimana solusi bagi pekerja ibu kota agar bisa membeli rumah yang dekat dengan akses ke tempat kerja? Tenang, kita tetap bisa cari hunian yang ramah di kantong dan sesuai dengan anggaran. Berikut tips dari DuitPintar.com yang bisa Anda lirik.

1. Cari di pinggiran Jakarta
Tidak masalah rumah di pinggiran Jakarta, asal akses ke tempat kerja mudah. Saat ini pemerintah DKI tengah menggalakkan program transportasi dari KRL, MRT, sampai LRT.

Cari rumah yang dilintasi akses tersebut dengan harga di bawah Rp 500 juta. Di Depok, Bekasi, atau BSD masih banyak rumah tipe 36 dan 45. Atau malah mau berburu di wilayah perbatasan Jakarta, seperti Cipayung atau Cakung, mungkin bisa dapat.

Yang penting, cari yang bisa dibeli dengan cara kredit perumahan rakyat (KPR). Jalan di depan rumah juga harus bisa dilewati setidaknya 1 mobil. Jika tidak, bank umumnya enggan mengucurkan dana KPR.

1 dari 3 halaman

2. Cari sendiri tanpa lewat makelar

Memang, ada banyak info rumah murah di Jakarta bertebaran di Internet. Tapi perhatikan, jika beli rumah lewat makelar atau agen, harganya akan lebih mahal.
Sebab, ada fee tambahan untuk jasa mereka minimal 2 persen dari harga transaksi. Itu belum termasuk biaya surat-surat untuk rumah, misalnya untuk balik nama.
Biaya bisa lebih ditekan jika berburu rumah sendiri ke lapangan.

3. Berburu ke pameran properti
Pameran selalu menghadirkan harga lebih murah, termasuk pameran properti. Selain harga yang murah karena ada diskon, mungkin bisa ada potongan biaya administrasi atau provisi KPR.

Lumayan, potongannya bisa sampai Rp 5 juta atau bahkan lebih. Selain itu, proses KPR akan lebih mudah jika pembelian dilakukan dalam pameran. Rajin-rajin baca berita properti agar tahu kapan ada pameran properti di daerah masing-masing.

4. Beli rumah lelang bank
Bank punya daftar rumah yang mereka lelang dari orang-orang yang kreditnya macet. Rumah lelang ini biasanya dihargai lebih murah, karena bank cenderung mau jual cepat untuk mendapat dana segar.

Selain rumah, ada juga info lelang kendaraan dan barang lainnya yang harganya lebih murah ketimbang harga pasaran.

2 dari 3 halaman

5. Beli rumah inden atau masih dibangun

Rumah inden umumnya lebih murah ketimbang ketika sudah jadi. Sebab, para developer butuh dana investasi untuk menggerakkan bisnis propertinya.

Tapi kita mesti sabar menunggu sampai rumah jadi sebelum bisa menghuninya. Kita juga perlu memastikan reputasi pengembang.

Bila salah pilih pengembang, risikonya adalah rumah tidak pernah jadi alias mangkrak di tengah jalan. Selain itu, kita akan rugi uang dan repot harus mengurus perkara rumah inden itu.

6. Beli rumah bekas
Alternatif terakhir adalah beli rumah bekas. Harganya bisa jadi lebih bersahabat dibanding rumah baru. Apalagi kalau penjualnya sedang mencari dana cepat.
Coba rajin-rajin cek situs jual-beli rumah di Internet. Atau bisa berburu sendiri ke kompleks perumahan yang Anda incar. Selama kondisi rumah masih bagus, tak ada salahnya membeli rumah yang pernah dihuni.

Rumah murah di Jakarta maupun daerah lainnya itu relatif. Bisa saja satu rumah dianggap murah oleh A, tapi mahal oleh B. Semuanya bergantung kepada kondisi finansial masing-masing.

Namun, yang pasti, dengan anggaran Rp 500 juta, masih ada peluang bagi pekerja untuk mendapatkan rumah.

Artikel Selanjutnya
Cara Menghemat Biaya Rental Mobil saat Liburan
Artikel Selanjutnya
Alasan Lippo Group Bangun Kota Baru Meikarta