Sukses

Begini Caranya Jadi Atasan yang Baik dan Menginspirasi di Kantor

Liputan6.com, Jakarta Semua orang bisa menjadi atasan. Tapi tidak semuanya mampu bertindak dan bekerja sebagai atasan yang baik di kantor. Dalam dunia kerja, atasan merupakan panutan bagi bawahan. Namun di balik itu, atasan juga kerap dipandang sebagai “musuh” karena tugas-tugas yang diberikan.

Inilah yang perlu diluruskan. Jangan sampai relasi kerja jadi kaku dan tidak harmonis. Dampaknya bisa fatal. Situasi ini bisa membuat perkembangan perusahaan jadi stagnan, bahkan merosot.

Dikutip dari DuitPintar.com, berikut hal-hal yang patut dilakukan oleh Anda agar bisa menjadi atasan yang baik dan menginspirasi.

1. Jujur
Sebagai atasan, wajib memberikan contoh perbuatan jujur bagi anak buah. Misalnya ketika salah dalam suatu proyek atau rapat, mengakui kesalahan dan minta maaf pada siapa saja wajib dilakukan.

Kalau kesalahan disorongkan ke anak buah terus menerus, mereka pasti akan menjauh. Justru jika memungkinkan, pasang badan ketika ada bawahan yang berbuat salah. Asalkan bukan kesalahan fatal. Harapannya, mereka jadi sadar dan segan kepada kita.

Ini berlaku juga untuk sebaliknya. Ketika bawahan melakukan kesalahan, jujur saja dan tegur langsung. Jangan hanya karena takut konflik, akhirnya kesalahan anak buah dibiarkan terjadi tanpa konsekuensi.
Jika begini, nanti mereka tidak akan belajar dari kesalahan, dan akibatnya kesalahan yang sama bisa terjadi berulang kali.

2. Tegas
Tegas berbeda dengan keras. Atasan harus tegas, antara lain dalam memberi perintah dan keputusan.
Contohnya saat anak buah bertanya apakah bisa menunda pekerjaan karena alasan tertentu. Lihat urgensi pekerjaan itu dan alasan yang diberikan. Bila dirasa pekerjaan harus segera selesai dan alasan tidak mendesak, tolak dengan tegas permintaan itu.

3. Konsisten
Konsistensi sikap juga diperlukan, antara lain saat memberikan tugas. Pikirkan dengan baik tugas yang akan diberikan sebelum mendelegasikannya kepada anak buah.

Si A, misalnya, diminta mengerjakan bagian tertentu. Jangan tiba-tiba di tengah jalan meralatnya jadi hal lain. Bisa dibayangkan betapa kesalnya si A bila sudah mulai mengerjakan tugas tersebut.

Konsistensi juga bisa ditunjukkan dari seberapa teguh seorang atasan menjalankan program atau kebijakan perusahaan. Jangan mudah berganti haluan, karena bawahan pun bisa jadi bingung dan malah tidak hormat kepada Anda.

4. Komunikatif dan terbuka
Komunikasi dalam dunia kerja semestinya dilakukan dua arah. Dialog itu membutuhkan keterbukaan, baik dari atasan maupun bawahan.

Dari sisi atasan, sikap komunikatif dan terbuka akan mendekatkan hubungan Anda dengan bawahan. Bisa dimulai dari yang simpel, seperti menyapa saat bertemu di lift. Atau ikut makan siang bersama mereka, sesekali traktir anak buah akan hubungan kian erat.

5. Jangan terlalu dekat dengan bawahan
Kedekatan bawahan dengan atasan harus dibatasi dalam lingkup profesionalitas. Bila sudah masuk ke hal pribadi, misalnya curhat suami suka pulang malam, berbahaya.
Bisa-bisa hubungan jadi lebih dari sekadar bawahan-atasan. Hindari hubungan pertemanan tapi mesra, karena bisa mempengaruhi performa kerja, terutama buat atasan saat melakukan penilaian terhadap anak buah.

6. Jangan otoriter
Biarlah Kim Jong-un saja yang menjadi pemimpin otoriter. Sikap sewenang-wenang atasan terhadap bawahan sama sekali tidak direkomendasikan. Bagaimanapun, harus ada kerja sama timbal balik antara atasan dan bawahan. Tak peduli sehebat apa pun kita, input atau pendapat dari bawahan perlu didengar.

Kita tetaplah manusia, yang tak luput dari kesalahan dan keterbatasan. Percaya diri boleh saja, tapi tak ada ruginya mempertimbangkan gagasan orang lain ketika akan membuat keputusan.

7. Bagi waktu dengan baik
Jangan samakan beban kerja kita sebagai atasan dengan bawahan. Mungkin kita sebagai orang yang jabatannya lebih tinggi dituntut juga untuk bekerja di akhir pekan atau dinihari. 

Bila memang mendesak, Anda minta bantuan anak buah di luar jam kerja. Namun jangan lupa terangkan pentingnya tugas itu, dan berikan reward yang pantas agar mereka merasa dihargai.

Artikel Selanjutnya
Biar Makin Bahagia Lakukan Kegiatan Ini Setelah Resign
Artikel Selanjutnya
Mengibarkan Semangat Kreatif di Menara Kibar