Sukses

5 Komentar Nyinyir tentang Karier Pekerja Kreatif

Liputan6.com, Jakarta Bukan rahasia lagi kalau pelaku industri kreatif biasanya memiliki peraturan yang lebih luwes dan fleksibel. Berbeda dengan perusahaan dari industri “serius”, perusahaan yang berkecimpung di industri kreatif umumnya lebih mengutamakan kenyamanan pekerja untuk mendukung kreativitas. Sukses tidaknya karier yang dijalankan pelaku industri kreatif dinilai dan dilihat dari karya-karya yang dihasilkan.

Oleh karena itu, wajar kalau tidak banyak peraturan yang mengekang para pekerja kreatif. Misalnya, jam kerja lebih fleksibel atau busana kerja lebih santai.

Akan tetapi, tidak banyak yang mengetahui “cara main” di industri kreatif ini, termasuk salah satunya tetangga atau orang-orang di lingkungan tempat tinggal kita. Pasti ada saja yang mengerutkan dahi atau berkomentar miring begitu melihat kebiasaan kerja pelaku industri kreatif yang terkesan “main-main”.

Apa saja komentar nyinyir yang sering didengar pekerja kreatif dari lingkungan sekitar? Berikut ini di antaranya seperti dikutip dari DuitPintar.com.

1. “Ke kantor kok bajunya begitu?”
Di masa sekolah, murid-murid pasti punya seragam tertentu. Begitu juga halnya dengan para pekerja kantoran. Idealnya, mereka menggunakan baju yang formal, seperti kemeja dan celana bahan.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, cara berpakaian seperti ini sudah bukan lagi jadi kewajiban. Bagi industri kreatif khususnya, yang paling dibutuhkan adalah kreativitas dan hasil kerja nyata yang bisa bikin perusahaan maju.

Jadi, bagi para pekerja industri kreatif, tidak ada kebijakan yang mengatur soal berpakaian. Bahkan jangan heran pakaian kerja tidak berbeda jauh dengan pakaian santai untuk hangout di mall, cukup kaus dan celana pendek.

2. “Berangkat ke kantor kok siang sekali?”
Industri kreatif umumnya juga tidak punya aturan jam kerja yang kaku seperti pekerja kantoran. Bisa saja mereka mulai kerja jam 12 siang. Tapi jangan salah, jam kerja mereka bisa sampai larut malam, bahkan kadang sampai pagi hari.

Bagi pekerja industri kreatif yang paling penting adalah kreativitas. Hal ini kadang baru bisa muncul di jam-jam tertentu, dan biasanya malah menjelang malam, di saat banyak orang kantoran sudah menuju rumah. Karena malam hari suasananya lebih tenang dan membuat otak jadi bekerja lebih fokus.

Demi memuaskan tuntutan klien, para pekerja industri kreatif bisa bekerja hingga larut malam bahkan dini hari. Itulah kenapa mereka juga berangkat kerja lebih siang.

Perusahaan industri kreatif juga biasanya memberi keleluasaan soal jam kerja seperti ini selama deadline pekerjaan bisa terpenuhi.

3. “Kok gak ke kantor? Meliburkan diri ya?”
Kebijakan lain yang sering mengundang komentar miring orang lain adalah saat pekerja industri kreatif bekerja di rumah atau di kafe. Memang kelihatannya ada di rumah, tapi statusnya tetap duduk di depan laptop mengerjakan tugas dan tanggung jawab.

Di era digital, beberapa perusahaan justru memberikan jatah atau kuota kepada karyawannya untuk bekerja dari luar kantor. Bagi orang awam, lagi-lagi ini merupakan pemandangan aneh, apalagi kalau sering dilakukan. Maklum saja, sebab bagi mereka bekerja itu adalah berpakaian rapi dan berangkat pagi lalu pulang di malam hari.

4. “Pulangnya malam terus ya. Kerja apa sih?”
Balik lagi ke soal jam kerja para pekerja industri kreatif yang berbeda dari orang kantoran pada umumnya. Tidak jarang pekerjaan baru bisa diselesaikan hingga larut malam.

Atau mungkin juga ada tuntutan pekerjaan yang lain, seperti acara networking yang sering diadakan seusai jam kerja normal dan bisa berlangsung hingga tengah malam.

Jadi jangan heran kalau ada komentar miring dari tetangga seperti ini. Cuek saja, yang penting pekerjaan yang Anda lakukan halal dan menghasilkan uang, bukan?

5. “Belum pernah dengar. Perusahaan apa tuh?”
Buat orang-orang yang kepo alias ingin tahu terus, pasti sering bertanya, “Kerja di mana?” Nah, kalau Anda bekerja di industri kreatif, apalagi startup, pasti banyak yang belum familier. Alhasil, keluarlah komentar di atas.

Berbeda kalau Anda bekerja dan meniti karier di BUMN, kementerian, atau perusahaan swasta besar. Pasti akan langsung dikenal.

Tak perlu berkecil hati dan jadi minder. Perusahaan kreatif memang tidak sepopuler perusahaan lain yang bergerak di industri yang “serius”. Jadi wajar kalau banyak orang yang tidak tahu nama perusahaan Anda.

Artikel Selanjutnya
Inul Daratista: Mak, Anakmu Masuk Majalah TIME
Artikel Selanjutnya
CJA Jadi Batu Loncatan Ade Rachma Menuju Tiang Impian