Sukses

Dari Bahan Daur Ulang, Bandara Oslo Jadi Bandara Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta Bahan daur ulang biasanya ditemukan dalam benda yang digunakan sehari-hari. Namun apa jadinya bila sebuah bandara di Oslo, Norwegia, menggunakan bahan daur ulang untuk seluruh bagian bandaranya? Inilah arsitektur keren dari Oslo Airport, yang dirilis dari inhabitat.com, Kamis (4/5/2017).

Bangunan bandara yang dirancang oleh Nordic Office of Architecture kini telah diresmikan. Memiliki luas 115 meter persegi, bandara yang memiliki luas dua kali lipat dari Oslo Airport yang lama memiliki konsep green energy. Bahkan bandara ini menjadi satu-satunya yang meraih sertifikasi BREEAM Excelence yang menjadi tolak ukur keberlangsungan konsep green energy.

Oslo Airport yang baru ini juga memiliki strategi hemat energi dan memaksimalkan penggunaan cahaya matahari. Sistem pendinginan ruangan juga memanfaatkan tumpukan salju yang di dapatkan ketika musim dingin tiba, sehingga musim panas menjadi lebih nyaman.

Bahan daur ulang biasanya ditemukan dalam benda yang digunakan sehari-hari, termasuk di bangunan baru Bandara Oslo, Norwegia. (Foto : Ivan Brodey)

Tidak hanya hemat energi saja, seluruh bangunan juga dibuat menggunakan bahan daur ulang. Mulai dari langit-langit dari kayu bekas, hingga pilar dari besi daur ulang. Sehingga seluruh sistem dan bangunan dari bandara ini dapat mengurangi konsumsi energi hingga 50 persen serta mengurangi jejak karbon hingga 35 persen.

Bandara yang memiliki panjang 300 meter ini juga meningkatkan kenyamanan para penumpang dengan mengurangi jarak jalan mereka. Sehingga nantinya penumpang hanya perlu berjalan maksimal 450 meter untuk naik ke atas bandara daur ulang ini. (*)

Artikel Selanjutnya
Menhub Budi Karya Tinjau Kereta Tanpa Masinis Bandara Soetta
Artikel Selanjutnya
Ingin Bandaranya Berkelas Dunia, Ini Strategi Angkasa Pura 2