Sukses

Karena Sebuah Pohon, Satu Kampung Hukum Pemilik Tak Dapat Listrik

Liputan6.com, Jakarta Karena enggan merelakan pohon miliknya dipotong untuk aliran listrik, sebuah kampung menghukum seorang pemilik pohon dengan tidak mendapatkan listrik. Cerita ini merupakan salah satu kisah nyata dari pengalaman Tri Mumpuni, saat membangun pembangkit listrik mikrohidro di berbagai daerah terpencil.

“Saat membangun jalur listrik dari pembangkit listrik mikrohidro, ada sebuah pohon yang menghalangi. Sang pemilik pohon tidak ingin merelakan pohonnya untuk ditebang. Walhasil tiang listrik harus memutar dan menghabiskan banyak biaya. Akhirnya satu kampung memutuskan sang pemilik pohon tidak dapat listrik,” ungkap Tri Mumpuni pada BukaTalks di Bukalapak pada Kamis (27/4/2017).

Tidak hanya masalah pohon saja, beberapa proyek Tri Mumpuni bisa dibatalkan karena satu kampung tidak kompak. Salah satunya terjadi di Sumatera Selatan, di mana pemilik tanah membebankan biaya hanya sekadar untuk melangkah di tanahnya.

“Ada pemilik tanah yang meminta bayaran setiap langkah yang kita buat di atas tanahnya sebesar Rp 10 ribu. Bayangkan, untuk bisa sampai ke tempat pembangunan saja, berapa langkah yang harus kita bayar? Untuk membawa logistik? Ajaib negeri ini. Akhirnya kalau masyarakat tidak kompak, pembangunan tidak akan bisa selesai,” ujar Tri.

Akhirnya Tri mengembalikan semua permintaan tersebut ke masyarakat. Karena seluruh aturan dan kesepakatan yang dibuat harus berasal dari keinginan masyarakat. Tak hanya keburukan, Tri juga mengungkapkan ada seorang tuan tanah yang rela menghibahkan tanahnya untuk dibangun tenaga listrik mikrohidro. Tentunya kebaikan ini membuat seluruh kampung dapat merasakan listrik dengan cepat. 

 

Artikel Selanjutnya
Petani Vs Babi Hutan Tak Mempan Diracun Bertarung di Ladang
Artikel Selanjutnya
Kisah Pria Penjaga Tepi Sungai Kampar dari Abrasi Tanpa Digaji