Sukses

Jumlah Penjual Online Wanita Kalah Jauh Ketimbang Pria, Mengapa?

Liputan6.com, Jakarta Kini dunia digital sudah tidak asing lagi bagi para wanita di Indonesia. Faktanya, saat ini mulai bermunculan kiprah wanita di industri digital. Terinspirasi oleh semangat dan kekuatan Kartini yang tidak akan pernah pupus, sekarang terbuka peluang bagi banyak wanita terlibat dalam dunia industri digital Indonesia, seperti menjadi seller dalam e-commerce, digital entrepreneur, atau pendiri start-up.

Masih dalam semangat Kartini, elevenia, e-commerce yang mengusung open market place di Indonesia mengadakan diskusi Wanita Bicara tentang Industri Digital dari Tiga Sudut Pandang bersama CEO Think.Web dan Pendiri Girls In Tech Anantya Van Bronckhorst, Pendiri Berrykitchen.com Cynthia Tenggara, serta Chief Finance Officer (CFO) elevenia Lila Nirmandari.

Berkembangnya teknologi saat ini membuat masyarakat harus bisa mengikuti perkembangannya atau melek teknologi. Dijelaskan, teknologi menjadi salah satu kebutuhan mendasar dan membantu memudahkan segala aktivitas manusia.

Keunggulan teknologi ini menjadi peluang yang dilihat oleh para pebisnis. Sebab memungkinkan terjadi pertukaran atau transaksi yang cepat melalui internet sebagai media dalam melakukan transaksi bisnis atau yang lebih sering dikenal sebagai e-commerce.

Hingga saat ini, peluang bisnis berbasis electronic commerce atau e-commerce di Indonesia masih terbuka lebar. Prospeknya sangat menjanjikan dan diproyeksi menjadi terbesar di ASEAN pada 2020 seiring dengan meningkatnya pengguna internet.

Perkembangannya telah menciptakan banyak peluang bagi para pebisnis yang ingin terjun ke dunia jual beli berbasis digital ini, termasuk peluang bagi kaum wanita berkiprah di dunia industri digital.

Di era digital ini, teknologi sangat membantu wanita untuk berkembang. Chief Finance Officer (CFO) Elevenia, Lila Nirmandari mengatakan, menurut survei, sebagian besar pembeli online adalah perempuan dengan komoditas yang paling banyak terjual adalah busana termasuk pakaian dan sepatu, kosmetik, serta gawai.

"Data tersebut menunjukkan betapa besarnya potensi bisnis online terutama bagi perempuan. Sayangnya data lain menyebutkan bahwa perempuan yang berjualan online masih kurang dibandingkan laki-laki. Hanya sekitar 23 persen penjual online adalah perempuan. Padahal 60 persen penggerak UKM adalah perempuan namun yang memanfaatkan dunia maya tidak lebih dari setengahnya," ujarnya seperti dilansir dari rilis yang diterima Liputan6.com, Kamis (27/4/2017).

Anantya Van Bronckhorst, pendiri Think.Web, mengatakan, teknologi dan digital adalah industri masa depan. Hal yang membuat mengapa industri digital penting bagi perempuan untuk mempelajari dan mengerti teknologi.

Penetrasi digital masih 50 persen dan ini berarti peluang pertumbuhan masih sangat besar hampir di semua aspek yang terkait dengan industri. Dengan masih terbukanya peluang, ruang untuk bisa menjadi ahli di bidang digital atau menciptakan lapangan kerja sendiri juga masih sangat besar.

 

Saksikan Live Streaming Jakarta Fashion Week 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Terpaut 10 Tahun, Ini Keuntungan Raisa Menikah dengan Hamish Daud
Artikel Selanjutnya
Cara Mudah untuk Tingkatkan Daya Tarik Pria