Sukses

Tak Selamanya Barang Diskon Harus Dibeli. Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak suka belanja? Apalagi bila ada penawaran diskon yang menggoda. Kalau sudah menyangkut kegiatan yang satu ini, tak sedikit yang bisa jadi lupa daratan dan terjebak ke gaya hidup konsumtif. Bukan tidak boleh belanja, tapi wajib hukumnya jadi konsumen yang smart dan bijak kalau menyangkut pengeluaran.

Meski demikian, kata-kata “diskon” atau “sale” memang sulit sekali ditolak. Apalagi kalau produk yang ditawarkan menarik dan merupakan sesuatu yang sedang kita incar. Tapi jangan terburu nafsu lalu tidak bisa berpikir dengan akal sehat ya.

Ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli barang diskon. Simak dulu 6 hal di bawah ini yang dirangkum oleh DuitPintar.com.

1. Yakin itu diskon? Siapa tahu harganya dinaikkan dulu sebelum diskon berlangsung. Periksa dan yakinkah Anda kalau barang tersebut benar-benar diskon alias dapat potongan harga? Siapa tahu harganya sudah dinaikkan terlebih dahulu.

Salah satu cara agar barang yang dijual “terlihat” diskon adalah dengan mencantumkan harga tinggi yang dicoret, lalu di bawahnya dicantumkan harga diskonnya. Misalnya, “Harga normal Rp 1 juta, harga diskon jadi Rp 500 ribu.”

Di sini dibutuhkan kejelian dan kemauan kita untuk cari tahu berapa harga pasaran untuk produk yang sejenis. Anda bisa browsing di internet, atau tanya teman-teman yang belum lama ini membeli produk serupa.

Tapi tenang, tidak semua penjual menerapkan strategi yang satu ini. Toko atau e-commerce yang terkenal biasanya cenderung sangat menjaga kepercayaan konsumen, jadi tidak akan menerapkan diskon abal-abal seperti ini.

2. Apakah sepadan sampai harus berjibaku dengan pembeli lain yang banyak? Kalau sudah menangkap papan bertuliskan diskon, langkah kaki biasanya akan berbelok menuju tempat diskon digelar. Mau itu lokasinya jauh atau menembus kemacetan, kita pasti rela melakoninya.

Tapi perjuangan memperoleh barang yang benar-benar diskonan tidak harus mengorbankan keselamatan jiwa. Kalau ternyata di tempat gelaran diskon peminatnya penuh sesak, apa harus memaksakan?

3. Di mana ada diskon, di situ ada banyak pembeli. Semakin banyak yang beli, artinya akan banyak juga orang yang punya barang serupa. Apalagi kalau produk yang didiskon adalah produksi masal alias diproduksi dalam jumlah yang banyak.

Kalau Anda tipe orang yang tidak keberatan mengenakan fashion yang sama persis dengan orang lain, silakan saja. Tapi kalau Anda tidak mau, lebih baik pilih produk yang tidak banyak jumlahnya atau bahkan limited edition.

4. Sebelum mengambil keputusan untuk membeli barang diskon, alangkah bijak kalau kita cek dulu kualitas produknya. Coba teliti dengan meraba dan mencermati seluruh bagian produk.

Barang-barang yang didiskon lebih dari separuh harga normal, kemungkinan mengalami penurunan kualitas. Misalnya, ada bagian yang bolong, warna memudar karena terlalu lama disimpan di gudang, terlalu sering dipegang sehingga meninggalkan noda-noda yang tidak bisa hilang, dan lainnya.

Teliti sebelum membeli, apalagi kalau ternyata barang sudah masuk kategori rusak. Tapi kalau merasa cacatnya hanya sedikit dan masih bisa ditolerir, silakan saja. Asal jangan sampai membeli barang yang ekonomis di kantong tapi kualitasnya jelek.

5. Apa memang butuh atau hanya konsumtif? Hanya karena diskon besar-besaran, bukan berarti Anda harus ikutan. Lihat dulu apakah barang yang didiskon itu benar-benar kita butuhkan. Apakah bisa dipakai atau bakal bermanfaat buat kita atau tidak nantinya?

Kalau tidak, buat apa dibeli. Itu berarti Anda sudah jadi pembeli yang “lapar mata”. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan lain yang jelas-jelas lebih penting dan bermanfaat.

6. Barang mungkin tidak update alias model lama. Satu lagi yang wajib diketahui soal barang diskon. Sebelum membeli, kita harus tahu kalau banyak barang diskon yang merupakan barang stok lama. Sebab, sangat jarang hasil produksi itu bisa habis terjual semuanya.

Biasanya kalau barang sudah agak lama, otomatis tidak akan laku lagi. Nah, demi menutup kerugian, dan daripada menumpuk di gudang, barang-barang inilah yang akan dijual dengan harga diskon.

Event diskonan untuk barang-barang model lama dikemas dengan nama cuci gudang atau garage sale. Bahkan midnight sale sering menjual barang-barang stok lama. Kalau memang tidak keberatan membeli produk yang tidak update, ya sah-sah aja. Sebagian orang berpendapat selama mereknya terkenal, model baru atau lama memang tidak masalah.

Sebagai konsumen, bukan berarti harus pasrah ya sekarang. Sebelum membeli barang diskonan, ada baiknya lakukan riset kecil-kecilan dulu. Bandingkan harga diskon dengan beberapa toko lainnya. Cari informasi sebanyak-banyaknya, lalu baru ambil keputusan.

Membeli tentu saja harus dengan uang, dan sebisa mungkin pastikan uang yang kita keluarkan sepadan dengan nilai barang yang dibeli. Jadi, waspada, biijak, dan teliti itu wajib sebelum membeli barang, termasuk produk dengan penawaran diskon.

 

Artikel Selanjutnya
Hati-Hati 4 Tipe Teman yang Bisa Membuat Keuangan Anda Kacau
Artikel Selanjutnya
5 Trik Dagang yang Dibenci Pembeli