Sukses

6 Penulis Perempuan dengan Karya yang Menginspirasi Dunia

Liputan6.com, Jakarta Tanpa wanita, di dunia ini tidak akan ada hal-hal yang menakjubkan. Para pencinta buku tahu betul hal yang terbaik yang telah diberikan para wanita di dunia. Para penulis perempuan yang hebat telah banyak menelurkan karya dan berandil besar bagi perubahan dunia. Seperti dikutip dari Popsugar, Jumat (17/3/2017), berikut 6 buku karya penulis perempuan yang berandil besar bagi perubahan dan menginspirasi karya lainnya.

The Goldfinch, Donna Tartt
Buku fiksi ini merupakan novel ketiga karya penulis wanita kelahiran Amerika, Donna Tartt yang dirilis pada 2013. Novel ini menceritakan tentang seorang anak bernama Theo Decker yang sangat mencintai ibundanya. Namun hidupnya berubah ketika sebuah bom teroris membunuh sang ibunda saat sedang berkunjung ke Metropolitan Museum of Art. Dari museum tersebut Theo mencuri lukisan berjudul “The Goldfinch” karya seniman Belanda Carel Fabritius. Lari dari buruan, Theo berjuang menghabiskan malam berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

1 dari 6 halaman

Frakenstein, Marry Shalley

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Frakenstein? “Monster” hasil imajinasi Marry Shalley ini telah menginspirasi banyak orang untuk melahirkan beragam cerita horor dan fantasi lainnya. Novel Frekenstein dianggap menjadi awal mula munculnya genre science-fiction saat ini. Marry Shalley mampu menggabungkan unsur-unsur sains ke dalam novel dan berhasil meyakinkan pembacanya. Frekenstein sendiri menceritakan tentang pemuda jenius bernama Victor Frakenstein, yang berhasil menciptakan “monster”, sosok bertubuh hijau, tinggi, berkepala paku, dan berwajah mengerikan.

2 dari 6 halaman

I Know Why The Caged Bird Sing, Maya Angelou

Sebelum pemikiran feminisme berkembang seperti saat ini, sastrawan Maya Angelou sudah menuliskan tentang rasisme, pemerkosaan, dan hak perempuan kulit hitam. Buku otobiografi dirinya yang diterbitkan 1969 ini menceritakan tentang Maya mulai dari usia tahun, dan harus menjadi ibu di usia 16 tahun. Lebih dari sebuah karya sastra, buku ini dianggap mampu mengubah pemikiran orang tentang perempuan pada zamannya. Tak heran jika buku ini mendapat penghargaan National Book Award pada 1970, bahkan New York Times menempatkan “I Know Why The Caged Bird Sing” sebagai salah satu buku dalam daftar buku terlaris selama dua tahun.

3 dari 6 halaman

Jane Eyre, Charlotte Bronte

Menggunakan nama pena Currel Bell, Charlote Bronte menerbitkan novel ini pada Oktober 1847. Mengisahkan tentang kehidupan Jane, novel ini kaya akan unsur-unsur kritik sosial, diskriminasi kelas, dan beberapa hal yang menyinggung tentang feminisme. Novel ini sangat berpengaruh dan menginspirasi lahirnya beberapa karya lain berupa film dan karya teater. Novel ini mengubah cara pandang banyak orang tentang perempuan dan gerakan feminisme.

4 dari 6 halaman

The Diary of The Young Girl, Anne Frank

Anne Frank merupakan gadis kecil keturunan Yahudi korban Holocaust yang paling banyak dibicarakan. Dirinya meninggal saat berusia 15 tahun di camp pengungsian akibar tifus. Selama dalam pengungsian, Anne menulis buku harian yang kemudian terbitkan oleh ayahnya menjadi sebuah novel dengan judul The Diary of The Young Girl. Buku yang mengisahkan tentang Perang Dunia II dan kekejaman NAZI ini telah diadaptasi ke dalam berbagai drama dan film, sehingga banyak menginspirasi banyak orang.

5 dari 6 halaman

The Joy Luck Club, Amy Tan

Novel terbitan tahun 1989 bercerita tentang empat wanita Amerika keturunan China yang gemar bermain mahjong. Banyak kritikus sastra mengatakan, bahkan cerita yang digarap Amy Tan ini disusun menyerupai permainan mahjong dengan empat bagian dibagi menjadi empat bagian dalam 16 bab. Setiap bagian cerita bahkan diawali dengan seuah perumpamaan yang berhubungan dengan permaianan Mahjong.

Pada 1993, novel ini diadaptasi menjadi film yang disutradarai Wayne Wang. Novel ini juga menginspirasi hadirnya pertunjukan teater oleh Pan Asia Teater Repertory di New York. 

Artikel Selanjutnya
(X)S.M.L Hadirkan Pilihan Trendi Wanita Modern Berprestasi
Artikel Selanjutnya
Teater Poda, Refleksi Kehidupan Dalam Pertunjukan Menyayat Hati