Sukses

Punya Teman Pelit? Anda Harus Rela Melakukan 6 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta Punya teman pelit alias perhitungan memang suka membuat dongkol. Ditambah lagi, ini juga bisa membuat kita serba salah. Mau dijauhin, tapi teman. Mau tetap berteman, tapi lama-lama makan hati juga.

Tapi Anda harus sadar kalau tiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebagai teman, sudah tugas Anda untuk menerima mereka apa adanya.

Oleh karena itu, kalau di antara Anda ada yang punya teman pelit, ada baiknya siapkan diri untuk rela melakukan hal-hal berikut ini seperti dikutip dari DuitPintar.com:

1. Makan merakyat
Jalan-jalan atau bepergian pasti tidak lepas dari kegiatan makan. Saat jalan bareng lalu memutuskan untuk makan, biasanya orang-orang yang pelit cenderung memilih tempat yang relatif murah.

Ingat ya, pelit itu bukan berarti gak punya uang, tapi orang yang segan keluar duit. Mereka akan berusaha mencari sesuatu dengan harga semurah mungkin. Jangan harap mereka mau makan di cafe atau restoran yang cantik dan ber-AC.

Siap-siap sering makan di kaki lima, emperan, atau di warteg. Demi pengiritan, mereka tak peduli soal lokasi, kebersihan, sampai kenyamanan. Yang penting murah.

2. Jarang belanja ke mall
Saking sayangnya sama duit, teman seperti ini pasti tak rela buat belanja di mall. Jadi, kalau belanja bareng mereka, harus rela kalau tujuannya ke pasar tradisional atau grosiran.

Kalau Anda ingin belanja di mall, lebih baik ajak teman yang lain saja. Karena teman pelit bisa jadi malah membuat Anda tidak mood ketika memilih-milih barang. Pasti akan ada komentar, “Ih mahal banget, beli aja di pasar A pasti dapet lebih murah!”. Repot, ya?

3. Lebih sering jalan kaki atau pakai transportasi publik
Demi menghemat pengeluaran, orang yang pelit akan melakukan apa saja atas nama irit. Hal ini juga berlaku untuk ongkos transportasi atau bahan bakar.

Daripada harus keluar duit, jalan kaki pun bakal dilakoni. Tak peduli lokasinya jauh, cuaca sedang panas atau hujan sekali pun. Kalau kepepet, paling mentok naik Metro Mini atau Kopaja. Jangan harap mau keluar ongkos buat taksi.

4. Rela keluar duit buat bayar tips
Saat makan atau menggunakan jasa apa pun seperti delivery makanan, pasti ada yang namanya tips. Ini merupakan bentuk apresiasi kecil dari kita untuk mereka yang sudah memberi pelayanan memuaskan. Tidak harus dalam jumlah besar, seikhlasnya dan sewajarnya saja sudah cukup.

Tapi, tidak demikian dengan teman yang perhitungan. Memberi tips itu sama saja dengan pemborosan, dan tidak wajib. Jadi, Anda harus siap-siap jadi orang yang selalu memberikan tips, karena teman Anda yang pelit ini pasti tidak akan mau.

5. Sedia uang tunai lebih
Risiko lainnya yang juga harus rela dihadapi saat berteman dengan mereka yang pelit adalah harus selalu sedia uang tunai lebih banyak dari biasanya.
Pelit itu beda sama oportunis. Orang pelit memang biasanya akan berpikir dua kali buat mengeluarkan uang, tapi bukan berarti mereka akan memanfaatkan Anda untuk membayari keperluannya.

Meski demikian, mereka juga segan menalangi kalau uang Anda kurang ketika sedang makan di luar atau bayar belanjaan. Atau bisa jadi mereka memang tidak bisa menalangi karena memang biasa membawa uang tunai pas-pasan.

Jadi kalau Anda sering jalan atau hangout dengan teman yang seperti ini, selalu bawa uang tunai lebih buat jaga-jaga. Karena ketika Anda kekurangan uang, mereka pasti bakal segan atau tidak bisa meminjamkan. Daripada malu di tempat umum, lebih baik antisipasi duluan, bukan?

6. Tak perlu terbawa perasaan
Siapkan mental dan jangan mudah terbawa perasaan kalau punya teman pelit. Teman tipe begini biasanya sangat perhitungan kalau urusan pinjam-meminjam uang. Walaupun kita hanya utang Rp 500 perak, pasti akan ditagih.

Makanya tak perlu dimasukkan ke hati atau gampang tersinggung. Mereka seperti itu ke semua orang kok. Bukan cuma Anda.

Kedengarannya memang merepotkan ya kalau berteman dengan orang pelit atau perhitungan. Tapi tiap orang itu diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jadi Anda ingat-ingat saja kalau temen yang pelit ini, pasti punya kelebihan dan poin positif yang bisa dibanggakan. Makanya Anda bisa berteman dengan dia kan?

Kuncinya adalah toleransi dan kompromi. Dengan begitu, hubungan pertemanan Anda pun bisa awet, bahkan sampai melebihi awetnya mi instan.

Artikel Selanjutnya
Hati-Hati 4 Tipe Teman yang Bisa Membuat Keuangan Anda Kacau
Artikel Selanjutnya
Apakah Anda Termasuk Pembeli Impulsif Saat Belanja? Ini Solusinya