Sukses

Tips Tetap Profesional dalam Karier di Kantor Sambil Berbisnis

Liputan6.com, Jakarta Mengejar karier sambil menjalankan bisnis sampingan memang terdengar keren dan seru. Serunya bukan sekadar penghasilan yang bertambah, tapi juga pusing mengatur waktunya.

Melakoni dua hal sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Keduanya punya tuntutan yang sama. Harus tetap profesional saat di kantor sekaligus fokus berbisnis.

Berbisnis sambil terus berkarier bukan suatu bentuk kemustahilan. Asalkan memiliki manajemen waktu yang baik. 

Bagi yang ingin masuk aliran berbisnis dan berkarier di saat bersamaan, mari bedah hal-hal yang mesti disiapkan seperti dikutip dari DuitPintar.com berikut ini.

Optimalkan waktu di kala akhir pekan

Bila selama hari kerja Anda tidak bisa total mengurus bisnis, waktu yang paling cocok adalah saat akhir pekan. Anggap saja melakoni bisnis sampingan saat akhir pekan itu bagian dari refreshing.

Tunda dulu pikiran bahwa akhir pekan itu waktu melepas penat. Konsekuensi dual status menuntut semua celah waktu dimaksimalkan seoptimal mungkin.

Tenang, bekerja saat akhir pekan tidak selamanya penderitaan. Semua pengorbanan bekerja di akhir pekan akan terobati ketika bisnis sampingan semakin tumbuh dan maju.

Pekerjakan orang yang bisa dipercaya

Mendelegasikan bisnis sampingan ke orang yang terpercaya juga menjadi opsi paling masuk akal. Tujuannya bukan karena ingin lepas tangan, tapi semata-mata demi menjaga stabilitas pekerjaan di kantor.

Tinggal dipikirkan masak-masak pekerjaan apa saja yang hendak didelegasikan. Selain itu pertimbangkan juga upah yang layak sehingga yang bersangkutan juga semangat mengurusnya.

Disiplin dan sadar diri kapan bekerja dan kapan berbisnis

Bukan bermaksud meremehkan kemampuan multitasking, tapi ada baiknya hindari menyelesaikan pekerjaan kantor bersamaan dengan bisnis.

Dalam satu waktu pikirkan tugas-tugas kantor, tapi di depan mata cari cara mencuri-curi waktu urus bisnis sampingan. Ujungnya, tidak ada satu pun yang tuntas. Akibatnya justru tugas kantor menumpuk dan bisnis terbengkalai.

Lebih baik disiplin membuat jadwal. Ketika di kantor, full time pikirkan pekerjaan. Kemudian setelah office hour, baru konsentrasi untuk bisnis sampingan.

Jauhi bisnis yang menuntut modal besar

Sebaiknya carilah bisnis yang bisa berjalan tanpa modal besar. Bukan sekadar menekan risiko kerugian, tapi lebih pada kemampuan diri sendiri untuk mengurusnya.

Ketika modal kecil, maka skala bisnis pun ikutan kecil. Lantaran masih berstatus karyawan, bisnis skala kecil ini kemungkinan masih bisa diatasi seorang diri.

Di samping itu, ketika modal yang dikeluarkan kecil maka tak perlu terlalu ngoyo. Beda kasus jika bisnis ternyata terlihat ada progres dan menuntut waktu lebih banyak. Saat itulah baru dipertimbangkan untuk fokus di bisnis.

Cari kerjaan paruh waktu atau freelance

9 to 5, artinya jam kerja kantoran rata-rata 8 jam sehari. Alhasil, pikiran dan tenaga bakal terkuras habis.

Tentu bakal merasa bersalah karena bisnis sampingan digarap hanya dengan ‘sisa-sisa’ tenaga dan pikiran.

Bila ini menjadi masalah, Anda dianjurkan untuk menghindari pekerjaan full time. Lebih bijak mencari pekerjaan part time atau freelancer.

Jenis pekerjaan ini bisa fleksibel menyelesaikannya. Dan yang tak kalah penting, pekerjaan itu masih sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki.

Pertimbangkan strategi mana yang didahulukan

Yang membuat orang enggan meninggalkan status karyawan lebih karena faktor keamanan. Sebab kita masih punya pendapatan tetap dan pasti, ditambah dengan fasilitas dari kantor. Ini berbeda dengan bisnis sampingan yang sifatnya masih spekulatif.

Hanya saja, jangan dipaksakan melakoni semuanya. Hindari niat serakah dan ingin dapat duit banyak dari dua pekerjaan yang sebenarnya sulit disatukan.

Lebih baik pertimbangkan masak-masak. Ukur kemampuan dan kapasitas diri. Atau bisa juga bermain skala prioritas. Misalnya fokus di karir dulu hingga berhasil, baru memulai bisnis. Bisa juga sebaliknya.

Kesimpulannya, bekerja sambil berbisnis memang menyenangkan. Tapi faktanya tak semenyenangkan yang dikira. Keduanya sama-sama menuntut perhatian.

Tinggal bagaimana menyusun aturan main. Kalau bekerja sambil bisnis ternyata bisa, kenapa tidak?

Artikel Selanjutnya
Berikut 8 Tanda Anda Harus Resign dari Kantor Secepatnya
Artikel Selanjutnya
6 Ritual yang Jadi Kebiasaan Pengusaha Sukses