Sukses

Karya 8 Desainer Indonesia di Panggung Pekan Mode Dunia

Liputan6.com, Jakarta Jakarta Fashion Week (JFW) merupakan platform penggerak industri fashion Indonesia yang telah berkomitmen membawa para desainer Indonesia ke kancah mode internasional. Berbagai kemitraan pun dilakukan oleh JFW setiap tahunnya, khususnya desainer yang tergabung dalam Indonesia Fashion Forward (IFF) untuk bergerak masuk ke dalam pasar internasional di berbagai pekan mode dunia.

Menyusul kesuksesan dari tahun-tahun sebelumnya serta perkembangan industri fashion yang pesat, JFW kembali berkolaborasi dengan mitra internasional mengantarkan desainer IFF untuk unjuk gigi di pekan mode bergengsi.

“Kesuksesan tahun-tahun sebelumnya dan pesatnya perkembangan bisnis para desainer nasional membuat para mitra internasional semakin gencar melakukan kolaborasi, terutama dengan para desainer IFF. Kolaborasi pun semakin meluas tahun ini, dengan berbagai organisasi dan institusi yang memiliki visi dan tujuan sama dengan JFW, yaitu untuk mengembangkan dunia mode Tanah Air,” ungkap Lenni Tedja, Direktur JFW. “Misi terpenting adalah membawa desainer-desainer Indonesia tersebut ke kancah internasional setiap tahunnya.” lanjut Lenni pada rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (13/3/2017).

Para desainer IFF yang akan berangkat dalam misi diplomasi fashion ini adalah Novita Yunus yang akan tampil di Amazon India Fashion Week Autumn/Winter 2017, I.K.Y.K dan Peggy Hartanto di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2017, Rani Hatta dan BATEEQ di Amazon Fashion Week Tokyo 2017, serta Ria Miranda dan SOE Jakarta di Seoul Fashion KODE Fall/Winter 2017.

1 dari 2 halaman

Desainer Indonesia Fashion Forward Pamer Karya di Acara Pekan Mode Dunia

Penampilan Novita Yunus di panggung Amazon India Fashion Week pada 15 Maret 2017 mendatang, merupakan bagian dari kemitraan tahun pertama antara JFW, Kedutaan Besar India dan Fashion Design Council India. Selain memamerkan sekitar 22 look koleksi busana wanita, Novita Yunus pun akan berpartisipasi dalam trade show yang berlangsung pada 15-18 Maret 2017.

Selain Novita, keikusertaan I.K.Y.K dan Peggy Hartanto di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2017 pun tak lepas dari kemitraan antara JFW dengan The Australia-Indonesia Center (AIC) dan Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF). I.K.Y.K dikenal dengan desain koleksinya yang kontemporer, moden dan sederhana. Sementara Peggy Hartanto identik dengan garis desain yang feminin dan detail cut-out.

Rani Hatta dan Bateeq akan berbagi panggung di Amazon Fashion Week Tokyo yang akan berlangsung pada 20-25 Maret 2017, berkat kemitraan yang sudah terjalin selama 4 tahun antara JFW dan Japan Fashion Week Organization.

Untuk mempersiapkan labelnya, Michelle Tjokrosaputro mengungkapkan bahwa koleksi BATEEQ kali ini terinspirasi dari sosok Cut Meutia, seorang pahlawan wanita Indonesia asal DI Aceh. Pribadi Cut Meutia yang kuat dalam mengemban perannya sebagai istri, ibu, sekaligus pejuang kemerdekaan dalam arti sebenarnya akan dituangkan dalam koleksi yang akan terbagi dalam 24 tampilan koleksi.

Sedangkan Rani Hatta akan menampilkan koleksi busana yang terinspirasi dari warisan lurik khas Jowo Karyo, Yogyakarta yang dituangkan pada bahan-bahan seperti nylon. Rani Hatta pun masih mempertahankan siluet urban pada koleksi modest wear-nya.
Panggung mode Seoul Fashion KODE Fall/Winter 2017 yang berlangsung pada 28-30 Maret 2017 di Prugio Valley, Gangnam, Korea Selatan, akan turut diramaikan oleh penampilan koleksi terbaru Ria Miranda dan SOE Jakarta.

Keterlibatan kedua desainer IFF generasi keempat itu dalam perayaan budaya-mode Korea tersebut merupakan hasil kerja sama antara JFW dengan Korean Cultural Center (KCC) dan Korea Creative Content Agency (KOCCA) yang telah berlangsung selama empat tahun.

Dalam ajang Seoul Fashion KODE tahun ini merupakan kali kedua penampilan SOE Jakarta. Namun, untuk acara peragaan mode kali ini SOE Jakarta berkolaborasi dengan Rosella May asal Inggris yang akan menampilkan koleksi busana dengan sentuhan denim.