Sukses

Kuatnya Wanita Merebut Warna Pink dari Tangan Lelaki

Liputan6.com, Jakarta Wanita memang tidak bisa dianggap remeh dari dahulu, hingga saat ini. Para wanita mampu menguasai berbagai jenis profesi hingga merebut warna pink dari tangan lelaki. Menyambut Hari Perempuan Internasional 2017 pada 8 Maret, inilah sejarah mengapa warna pink menjadi warna wanita.

Dilansir dari Wikipedia.com, Rabu (8/3/2017), warna pink dahulu digunakan untuk anak laki-laki, seperti artikel yang ditulis oleh Earnshaw’s Infants Departement, Juni 1981. Mereka menyatakan bahwa warna pink lebih sesuai dengan laki-laki karena lebih kuat dan pasti. Sedangkan warna biru cocok untuk perempuan, karena lebih halus dan mungil.

Pendapat berbeda juga muncul pada tahun 1920 yang menyatakan bahwa warna merah digunakan untuk pria dan pink digunakan untuk anak laki-laki. Tentunya dua warna ini menjadi perlambang maskulinitas pada saat itu.

Pada tahun 1927 juga, Time Magazine membuat warna yang cocok untuk laki-laki dan perempuan, dengan penelitian di berbagai toko pakaian terkenal di Amerika Serikat. Diantara mereka banyak yang menyarankan agar laki-laki menggunakan warna pink sebagai pakaian mereka.

Bagaimana caranya wanita dapat merebut warna pink dari tangan laki-laki? Inilah sejarahnya.

Namun hal berbeda terjadi ketika masa perang, dimana wanita tidak memiliki pilihan yang banyak untuk menentukan gaya berpakaiannya sendiri. Bahkan diantara mereka ada yang menggunakan pakaian seperti laki-laki karena keterbatasan bahan.

Setelah perang, industri mulai berkembang pesat dan menentukan gaya hidup hingga pakaian mulai dibedakan sesuai gender. Warna juga menjadi salah satu hal yang dibedakan sesuai gender, pink untuk wanita dan biru untuk pria.

Sejarah juga mencatat, istri presiden Amerika Serikat Dwight D. Eisenhower, Mamie Eisenhower, menggunakan pakaian pink terang saat malam inagurasi tahun 1953, sehingga mengukuhkan pink sebagai warna untuk wanita. Bahkan warna pink juga sering disebut dengan Mamie Pink, yang paling sesuai digunakan untuk wanita.

Berbagai program televisi dan produk rumah tangga perlahan mulai mempromosikan warna pink, sebagai warna wanita, bukan sebagai warna laki-laki seperti tahun 1920. Barulah pink digunakan secara luas pada tahun 1980-an sebagai lambang untuk wanita.

Hingga saat ini, banyak organisasi wanita yang menggunakan pink sebagai warna yang melambangkan feminisme dan kesetaraan wanita. Tentunya warna pink juga memancarkan kehalusan dan kelembutan, sesuai dengan gerak gerik wanita yang dikodratkan memiliki perasaan halus dan penyayang.

Artikel Selanjutnya
6 Warna Dinding Kamar yang Gambarkan Kepribadian Anda
Artikel Selanjutnya
Aksi Balas Dendam Melania Trump untuk Desainer yang Memboikotnya