Sukses

Iklan Kontroversial dengan Model Wanita Arab Olahraga Viral

Liputan6.com, Jakarta Di Arab Saudi, peran wanita dalam kehidupan sosial penuh batasan. Salah satu yang menjadi topik panas adalah ruang gerak wanita Arab untuk berprestasi di bidang olahraga.

Seolah menerabas aturan tersebut, belum lama ini brand sepatu olahraga Nike justru membuat iklan komersial yang memakai model seorang atlet dari Emirate, Amal Mourad (24). Mengambil lokasi di daerah pinggiran Dubai yang mewah, iklan ini menggambarkan perjuangan wanita muslim untuk berolahraga di depan umum.  

Melansir dari fortune.com, Kamis (2/3/2017), video kontroversial yang langsung viral sejak diunggah selama 48 jam ini menampilkan wanita yang gugup mengintip keluar pintu sebelum keluar untuk olahraga lari. Hingga kini video tersebut telah dibagikan sebanyak 75.000 kali di Twitter dan dilihat sebanyak 400.000 kali di situs berbagi video. 

Pro dan kontra pun tak bisa terbendung dalam menanggapi iklan kontroversial tersebut. Beberapa komentar positif menyebutkan jika iklan ini tidak hanya mempromosikan produk tapi menggambarkan kehidupan wanita Arab yang merasa dibatasi. 

Sementara itu suara keras juga datang bagi brand sepatu asal Amerika Serikat tersebut sebab hal yang tergambar tidak menunjukan sosok wanita muslim Arab yang taat pada aturan.

"Saya pikir iklan ini telah gagal. Ini bukan presentasi sejati Arab, wanita Muslim. Kami tidak memakai hijab dan pergi jalan-jalan apalagi olahraga. Malu pada Nike," tulis Nada Sahimi di akun Instagram.

Difilmkan di sebuah tempat kumuh di pinggiran Dubai yang mewah, iklan ini ingin mencerminkan perjuangan yang dihadapi tidak hanya kaum wanita di negara tersebut, namun juga bintang yang memerankan iklan ini sendiri. Amal Mourad, seorang atlet wanita asal Emirat berusia 24 tahun menceritakan bahwa di awal karier, ayahnya adalah orang yang menentangnya paling keras.

Model sekaligus atlet dalam iklan kontroversial tersebut juga mengungkapkan perjuangannya untuk meyakinkan sang ayah akan pilihannya. Sebab berolahraga adalah pemandangan langka dan hanya segelintir tempat tym yang menyediakan fasilitas olahraga untuk wanita. 

"Menyakinkan ayahku adalah bagian paling sulit," papar Amal menjadi pengajar kelas gym pria dan wanita.

Ya di Arab Saudi sendiri, pendidikan jasmani dilarang bagi semua wanita yang masih bersekolah. Sementara wanita yang melakukan kegiatan di gym masih dianggap ilegal bagi kerajaan, karena atlet wanita dianggap tidak islami.

Putri Arab Sudi Reema bin Bandar menyatakan pihak pemerintah segera memberikan lisensi kepada gym untuk wanita, dengan alasan kesehatan masyarakat dan bukan pemberdayaan wanita. Banyak orang percaya pesan iklan ini dapat mengubah pandangan terhadap wanita Arab yang cenderung merendahkan.

"Kita harus mulai menghapus pandangan tentang wanita Arab yang ditindas dan lebih menyoroti bagaimana mereka berprestasi dan melakukan apapun lebih baik dari yang lainnya," jelas Nadim Ghassan, Advertising Executive Dubai.