Sukses

Ini Dia 8 Pekerjaan Bergaji Tinggi dengan Tingkat Stres Rendah

Liputan6.com, Jakarta Pekerjaan bisa menjadi pemicu nomor satu dari rasa stres yang Anda alami. Apakah Anda sedang mengalami stres dalam beberapa waktu belakangan?

Dilansir dari mydomaine.com, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, 36% orang Amerika mengalami stres yang berhubungan dengan tempat kerja. Lima alasan terbesarnya adalah gaji rendah, kurangnya kesempatan bertumbuh, beban kerja yang berat, jam kerja yang panjang, dan harapan yang tidak realistis.

Jika tingkat stres telah mempengaruhi aspek kehidupan yang lain, maka Anda membutuhkan sebuah perubahan. Sebuah artikel terbaru dari Business Insider menyebutkan beberapa jenis pekerjaan bergaji tinggi yang cenderung menghasilkan tingkat stres yang rendah. Penasaran?

1. Dental hygienist, dengan gaji sekitar 72,720 Dolar AS atau Rp 960 juta per tahunnya, toleransi stres sebesar 71%.

2. Technical Writer, dengan gaji sekitar 73,350 Dolar AS atau Rp 970 juta per tahunnya, tolenrasi stres sebesar 69%.

3. Geographer, dengan gaji sekitar 74,920 Dolar AS atau Rp 990 juta per tahunnya, toleransi stres sebesar 58%.

4. Audiologist, dengan gaji sekitar 77,420 Dolar AS atau Rp 1 miliar per tahunnya, toleransi stres sebesar 70%.

5. Civil Engineer, dengan gaji sekitar 87,940 Dolar AS atau Rp 1,1 miliar per tahunnya, toleransi stres sebesar 71%.

6. Material Engineer, dengan gaji sekitar 94,690 Dolar AS atau Rp 1,2 miliar per tahunnya, toleransi stres sebesar 61%.

7. Actuary, dengan gaji sekitar 110,560 Dolar AS atau Rp 1,4 miliar per tahunnya, toleransi stres sebesar 64%.

8. Information Systems Manager, dengan gaji sekitar 141,000 atau Rp 1,8 miliar per tahunnya, toleransi stres sebesar 64%.

Tidak ada pekerjaan yang benar-benar menyenangkan untuk dilakukan, setiap hal memiliki tantangannya masing-masing. Jadi, nikmati pekerjaan Anda untuk mengurangi stres yang dirasakan.

Artikel Selanjutnya
Hanya 7 Persen Pekerja yang Merasa Produktif Saat Jam Kerja
Artikel Selanjutnya
Bukan Gaji, Ini Penyebab Pekerja Muda Sering Gonta-ganti Karier