Sukses

Ruang Terbuka Hijau dengan Desain Paling Menawan di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi suatu keniscayaan pada suatu kota. Idealnya setiap wilayah perlu memiliki 40 persen RTH. Selain bisa digunakan sebagai tempat wisata, RTH juga punya fungsi penting sebagai pelestarian lingkungan, menangkal banjir, dan meningkatkan kualitas udara. Tak heran jika tiap kota di negara-negara maju memiliki RTH dengan bentuk unik dan menarik, serta melibatkan arsitektur terkemuka.

Perpaduan antara pemandangan hijau, bunga-bunga, drainase yang tertata rapi, dan fitur arsitektur yang menyegarkan mata, RTH di banyak negara mulai dari Amerika hingga Singapura tidak dibuat dengan seadanya. Berikut 10 RTH dengan desain paling unik dan menarik seperti yang disarikan dari laman architecturaldigest.com, Senin (27/2/2017).

Rice Plant Science Conservation Center, Chicago

Rice Plant Science Conservation Center, Chicago

Dirancang oleh arsitektur Booth Hansen, bangunan ini selesai dikerjakan pada 2009. Memiliki luas taman sekitar 4.876 meter persegi, taman ini terbagi menjadi dua bagian, satu bagian digunakan untuk lahan tanaman asli, satu bagian yang lain digunakan sebagai tempat penelitian.

1 dari 7 halaman

Chongqing Taoyuanju Community Center, Tiongkok



 Chongqing Taoyuanju Community Center, Tiongkok

Ruang Terbuk Hijau yang dibangun di atap ini membagi tiga struktur dari Chongqing Taoyuanju Community Center, yaitu tempat pelestarian budaya, atletik, dan fasilitas kesehatan masyarakat. Arsitek menciptakan bangunan ini degan tata letak bebrbentuk cincin yang rumit, yang strukturnya mengikuti topografi di pegunungan Taoyuan Park.

2 dari 7 halaman

Museum Moesgaard, Hojbjerg, Denmark



 Museum Moesgaard, Hojbjerg, Denmark

Museum Moesgaard merupakan lembaga yang didedikasikan untuk penelitian arkeologi dan etnografi. Dirancang oleh arsitek Henning Larsen pada 2013, bangunan ini menjadi menarik dengan perpaduan rumput, lumut, bunga, dan atap miring dengan struktur terbuka. Arsitektur RTH yang menawan menawarkan ruang yang cukup bagi pengunjung untuk bersantai, piknik, dan menikmati pemandangan yang menawan.

3 dari 7 halaman

Museum Stadel, Frankfurt, Jerman



Museum Stadel, Frankfurt, Jerman

Museum Stadel didirikan pada 1815 oleh perusahaan arsitektur Schneider dan Schumacher. Yang menarik, bagian bawah RTH ini difungsikan sebagai rumah koleksi benda-benda seni dari abad ke-20. Bentuk kubah yang menawan ditambah langit-langit lapang diselingi dengan lampu atap melingkar dan dipenuhi rumput, membuat tempat ini sangat menawan dari segi arsitektur.

Ā 

4 dari 7 halaman

Olympic Sculpture Park, Seattle



Olympic Sculpture Park, Seattle

Selesai dibangun sejak 2007, Olympic Sculpture Park awalnya merupakan tempat mengolah minyak yang kemudian diubah menjadi RTH. Dengan bentuk huruf ā€œZā€, desain arsitektur ini menghubungkan tiga lokasi terpisah. Di lokasi ini Anda juga bisa melihat pemandangan pantai dan hamparan taman hijau yang ada di bawahnya.

5 dari 7 halaman

StreetDome, Haderslev, Denmark



StreetDome, Haderslev, Denmark

RTH yang juga berfungsi sebagai skate park ini selesai dibangun pada 2014 di Kota Haderslev. Atap yang menyerupai rumah Igloo dipenuhi lumut dan kaca sehingga nampak indah dan enak dipandang. Di beberapa bagian atap dilengkapi lampu yang membantu penerangan di malam hari.

6 dari 7 halaman

California Academy of Sciences, San Fransisco



 California Academy of Sciences, San Fransisco

Arsitek Renzo Piano terinspirasi oleh lingkungan Golden Gate Park dan perbukitan San Fransisco saat merancang RTH ini. Selesai dibangun sejak 2008, tempat ini menjadi wadah bagi 1,7 juta tanaman.

Artikel Selanjutnya
Ahok Terkejut Warga Lebak Bulus Serahkan RTH Hasil Swadaya
Artikel Selanjutnya
Kampung Nelayan Tegal Makin Ceria dengan Taman