Sukses

Riset: Tingkat Kesetiaan Karyawan Generasi Milenial Paling Rendah

Liputan6.com, Jakarta Pergantian generasi di dunia kerja perlu dicermati pemimpin perusahaan untuk melakukan perubahan dalam tata kelola SDM. Pasalnya saat ini di dunia kerja, ada dua generasi yang berbeda karakter, yaitu Gen X dan Gen Y. Gen X adalah karyawan yang berusia di atas 35 tahun, sedangkan Gen Y adalah mereka yang berusia antara 21-35 tahun.

Berbeda dengan Gen X yang bekerja untuk meraih kemapanan dan kemandirian dalam hal ekonomi dan karier, Gen Y atau generasi milenial umumnya justru lebih memilih untuk menjadi “kutu loncat” dalam berkarier, memanfaatkan kedekatan dengan teknologi untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Pandangan tersebut sesuai dengan hasil riset yang dirilis Jobplanet, Senin (13/2/2017). Riset ini dilakukan berdasarkan data yang terkumpul dari periode Agustus 2015 hingga Januari 2017. Jobplanet mengelompokkan responden berdasarkan generasi usia, yaitu karyawan Gen X dan Gen Y. Total responden sendiri berjumlag 88.900 orang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Mayoritas responden yaitu sebanyak 81.800 orang, merupakan karyawan Gen Y yang memang mendominasi angkatan kerja saat ini, dan sisanya 7.100 orang merupakan karyawan Gen Y.

Dari hasil riset tersebut dihasilkan tiga temuan menarik.

1. Dibandingkan dengan Gen X, Gen Y memiliki tingkat kesetiaan yang lebih rendah terhadap pekerjaan mereka. Sebanyak 76,7 persen dari mereka hanya bertahan 1–2 tahun di tempat kerjanya sebelum memutuskan untuk berpindah kerja. Hanya 9,5 persen dari mereka yang bertahan bekerja di satu tempat selama lima tahun atau lebih.

2. Sebaliknya, Gen X memiliki tingkat kesetiaan yang jauh lebih tinggi terhadap pekerjaan mereka. Sebanyak 42,5 persen karyawan Gen X bertahan di tempat kerjanya hingga lebih dari lima tahun. Sementara itu, hanya 10 persen dari mereka yang berpindah kerja dalam waktu satu tahun.

3. Kebanyakan karyawan Gen Y hanya bertahan di tempat kerjanya selama 1–2 tahun. Kebanyakan dari mereka terutama karyawan yang berusia 21–25 tahun. Karyawan di rentang usia ini bisa dikatakan belum lama memasuki dunia kerja. Dalam bekerja, mereka fokus mempelajari hal-hal baru dan memperkaya pengalaman mereka. Mereka pun tak segan berpindah kerja ketika merasa sudah tak mendapatkan tantangan atau ilmu baru di tempat kerja mereka.

Terkait temuan tersebut, Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia mengatakan, “Hasil riset Jobplanet ini mendukung pandangan masyarakat tentang kesetiaan karyawan dari Gen Y atau Generasi Milenial terhadap pekerjaan mereka. Generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, yakni Gen X, yang sanggup bertahan di sebuah perusahaan hingga empat tahun bahkan lebih."

“Meski karyawanm bisa dikatakan ‘kurang setia’, namun hal itu tak selalu berarti buruk. Sejatinya, mereka selalu ingin belajar dan haus akan tantangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memenuhi kebutuhan mereka untuk belajar, menempatkan mereka pada posisi yang sesuai dengan minat mereka, dan terus menantang mereka untuk memberikan hasil kerja terbaik,” kata Kemas menambahkan.

1 dari 2 halaman

Sebagian Gen Z Mulai Memasuki Dunia Kerja

Pergantian generasi di dunia kerja juga ditandai dengan mulai masuknya Gen Z sebagai tenaga kerja. Sejalan dengan riset ini, Jobplanet juga melakukan survei tentang tingkat kesetiaan Gen Z terhadap pekerjaan mereka. Sebanyak 4.550 orang karyawan berusia 18–20 tahun turut serta menjadi responden.

Berdasarkan riset tersebut, Jobplanet menemukan bahwa jika dibandingkan dengan Gen X dan Gen Y, karyawan Gen Z memiliki tingkat kesetiaan yang paling rendah terhadap pekerjaan mereka. Sebanyak 57,3% dari total responden Gen Z berpindah kerja setelah satu tahun bekerja di suatu tempat.

“Kebanyakan dari Gen Z yang telah memasuki dunia kerja adalah lulusan SMU dan SMK, atau bekerja sambil kuliah, karena kebanyakan dari generasi ini masih berada dalam usia sekolah. Mereka yang telah memasuki dunia kerja saat ini berprofesi sebagai pekerja kerah biru dan tak segan untuk sering berganti pekerjaan, bahkan lebih sering ketimbang Gen Y,” papar Kemas.

Kemas berharap, hasil riset tentang kesetiaan karyawan berdasarkan generasi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi yang tepat untuk mengelola serta mempertahankan karyawan-karyawan terbaik mereka.