Sukses

Fakta yang Harus Anda Ketahui di Balik Perayaan Hari Valentine

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang memaknai Hari Valentine yang jatuh di tanggal 14 Februari mendatang sebagai waktu yang paling tepat untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat. Ya, di Hari Valentine, Anda akan melihat banyak kartu ucapan, bunga, dan cokelat bertaburan.

Namun, tahukah Anda mengapa Valentine dirayakan pada tanggal 14 Februari? Dilansir dari mirror.co.uk, Sabtu (11/2/2017), hari Valentine merupakan tradisi lama yang diduga berasal dari Romawi. Awalnya, festival ini dikenal dengan festival kesuburan untuk Faunus, dewa Romawi pertanian, bernama Lupercalia yang jatuh di tanggal 15 Februari.

Selama perayaan berlangsung, para anak laki-laki akan menarik nama-nama gadis dari dalam kotak untuk dijadikan pasangan saat festival. Tidak heran jika selama Lupercalia, banyak terjadi pernikahan.

Pada abad kelima, festival ini dilarang, kemudian digantikan dengan hari St. Valentine di tanggal 14 Februari. Tidak ada catatan apapun tentang hari Valentine sebenarnya, sebelum munculnya puisi Chaucer di tahun 1375, sehingga banyak orang mulai menghubungkannya dengan roman.

Puisi yang dibuat Chaucer ini menggambarkan burung-burung yang datang bersama-sama untuk mencari pasangan.

Sedangkan, Gereja Katolik Roma resmi mengakui bahwa Valentine adalah sosok nyata yang meninggal sekitar tahun 270. Valentine adalah pemuka agama yang dipenggal kepalanya oleh Kaisar Claudius II karena membantu pasangan Kristen menikah di tahun 1400-an.

Sosok St. Valentine. Sumber: mirror.co.uk.

Kaisar melarang adanya pernikahan karena menurutnya, pria lajang dapat menjadi prajurit yang lebih baik. Sedangkan Valentine merasa hal ini tidak adil, sehingga ia merayakan pernikahan secara sembunyi-sembunyi. Namun sayang, hal ini diketahui oleh Kaisar, membuat Valentine dijebloskan ke penjara dan dihukum mati.

Gereja berhenti memberikan penghormatan untuknya pada tahun 1969, walaupun Valentine masih terdaftar sebagai santo resmi.
Valentinus berasal dari bahasa Latin yang artinya layak dan kuat.

Saat ini tengkorak St. Valentine dihiasi bunga dan ditempatkan di Roma, dipamerkan di Basilika Santa Maria, Cosmedin. Tengkorak ini ditemukan saat penggalian katakombe dekat Roma di awal tahun 1800-an.

Aturan yang berlaku mengharuskan peninggalan yang ditemukan didistribusikan secara adil ke semua tempat yang menjaga peninggalan, sehingga bagian tubuh lainnya dari St. Valentine dapat Anda lihat di Republik Ceko, Irlandia, Skotlandia, Inggris, dan Perancis.

Lantas, mengapa orang merayakan hari Valentine dengan bertukar kartu? Saat dipenjara, St. Valentine mengirim surat kepada seorang gadis yang dicintainya dan ditandai dengan tulisan "From your Valentine."

Sampai abad ke 18, hari Valentine masih bebas dilakukan di Inggris. Namun, sejak pasangan saling memberi pernak pernik, kartu, dan bunga untuk orang yang mereka cintai, sebagian besar kartu bisa dijual.

Pada tahun 1913, Hallmark Cards di Kansas memproduksi kartu khusus Valentine secara massal. Saat ini, sekitar satu miliar kartu dijual setiap tahunnya dan menjadi waktu pengiriman kartu terbesar kedua, setelah Natal sepanjang tahunnya.

Artikel Selanjutnya
Berapa Banyak Pengiring Pengantin untuk Pernikahan Ideal?
Artikel Selanjutnya
7 Tanda Hubungan Asmara Anda Bertepuk Sebelah Tangan