Sukses

Cikang, Cita Rasa Budaya dan Kekayaan Minang Peranakan

Liputan6.com, Jakarta Padang, tak semata rendang atau rumah gadang, namun juga kekayaan kultural dan sejarah ranah Minang. Salah satunya adalah kawasan Pondok, sebuah wilayah yang harmonis antara warga keturunan etnis Tionghoa dengan warga asli Minang, maupun etnis lainnya.

Dari kawasan Pondok inilah kisah Cikang Resto bermula. Legenda kedai kopi milik seorang warga keturunan bernama Lee Chi Kwang begitu lekat di memori Ivan kecil bersama keluarganya yang asli Padang dan acap berkunjung ke sana menikmati sajian makanan yang beragam sekaligus menikmati indahnya kebersamaan.

Nostalgia masa kecil serta kekayaan nilai budaya inilah yang membulatkan Ivan membuka Cikang Resto di Menteng, Jakarta. Cikang Resto tidak hanya sekedar sebagai rumah makan biasa, namun menjadi etalase sejarah dan kisah budaya Padang Peranakan yang sangat kental di kawasan pecinan Pondok sejak masa kolonial.

Keunikan cerita dan legenda itu kini berlanjut dengan dibukanya Cikang Resto & Cafe di Puri Indah Mall, lantai 2, unit SF 237 A.
”Kehadiran kami di Puri Indah Mall ini menjadi kelanjutan perjalanan Cikang Resto yang dimulai sejak jaman kolonial di kawasan pecinan Pondok yang melegenda,” papar Dr. Ivan dan Fenty Sini, penggagas Cikang Resto.

Sebagai Resto Padang bergaya café, ragam kopi berkualitas juga tersaji di sini. Pertama, Kopi Padang asli dengan jenis biji kopi yang persis sama dengan biji kopi yang digunakan oleh Kedai Lee Ci Kwang asli di kawasan pecinan Pondok pada masa kolonial. Rasa khas kopi Tiam lokal dari Solok dengan menghadirkan cita rasa kopi yang mantap dan menyegarkan.

Pilihan kopi di Cikang resto juga menyajikan 100% biji kopi Indonesia dari Tanamera Coffee dimana cita rasa khas Tanamera yang membuahkan hasil panggangan biji kopi asli Indonesia telah berhasil meraih “Champion International Roaster" pada kompetisi internasional “Melbourne International Coffee Expo” (MICE) di tahun 2015 & 2016.

Anda bisa nikmati kuliner khas Padang peranakan, seperti Gulai Paku, Asam Padeh, atau Lamang Tapai. Tak ketinggalan Nasi Uci dan Nasi Angku jadi menu andalan yang memiliki cerita unik bagi keluarga sang pemilik, atau Salad Uci yang menjadi ciri khas hasil karya uci (nenek) keluarga mereka.

Ragam menu dengan keunikan cita rasa lokal yang melegenda seperti Rendang Kering Azizi, Katupek Sayur makin lengkap dengan sederetan menu oriental, seperti kwetiau dan dan Mie Alang Laweh, sajian lezat mie rebus yang memiliki cita rasa khas Minang Peranakan. Kelezatan menu unik Sate Padang dengan cita rasa khas Peranakan a la Cikang Resto, bisa dinikmati dengan pilihan Cakwee sebagai pelengkapnya.