Sukses

Korea Utara Penuh Kegelapan? Lihat Dulu Interior Ruangannya

Liputan6.com, Jakarta Bila masih mengira Korea Utara merupakan negara yang muram dan gelap, mungkin foto-foto interior ini dapat membuat Anda terkesima. Foto-foto ini diambil oleh seorang arsitek dan fotografer, yang berhasil menjelajahi Pyongyang selama 10 hari. Seperti yang dirilis dari rocketnews24.com, Jumat (10/2/2017).

Suasana pink cerah di penitipan anak Kim Jong Suk, Korea Utara (foto : Oliver Wainwright)

Oliver Wainwright, seorang kritikus desain, berhasil mendapatkan perjalanan resmi untuk menjelajahi keindahan interior Korea Utara. Ia diberi kebebasan sebagai seorang turis untuk menangkap bagaimana kehidupan di Pyongyang, meski dengan beberapa batasan. Seperti dilarang memotret apapun yang berhubungan dengan militer dan orang yang sedang bekerja.

Akhirnya Oliver mengunjungi berbagai hotel, pusat kesehatan dan rekreasi, rumah belajar, dan tempat lainnya yang tetap diawasi oleh pemerintah. Ia menceritakan bahwa butuh sebulan lamanya untuk bernegosiasi dengan pemerintah Korea Utara, karena wartawan tidak memiliki hak yang sama dengan wisatawan.

Paduan warna palet dan simetris juga terlihat sangat jelas di National Drama Theatre, Pyongyang. (Foto : Oliver Wainwright)

“Anda mungkin menyangka jajaran panjang gedung apartemen yang hanya dilapisi semen berwarna abu-abu, namun kenyataannya, Pyongyang merupakan salah satu kota paling berwarna yang pernah saya datangi” ungkap Oliver.

Oliver menceritakan bahwa interior yang digunakan sangat dekat dengan kejayaan Uni Soviet tahun 1950-an hingga 1960-an. Berbagai warna akhirnya muncul dari renovasi yang dilakukan oleh pemerintahan terbaru, Kim Jong Un. Kota Pyongyang dipenuhi dengan jalanan boulevard panjang dengan berbagai monumen, yang mencerminkan pemimpin negeri ini dimanapun Oliver menghadap.

Berbagai warna juga dipadukan pada Chongnyon Youth Hotel (foto : Oliver Wainwright)

“Dua hal yang paling mengingatkan saya dengan interior Korea Utara adalah rasa simetri dan penggunaan warna pastel yang berulang,” ungkap Oliver.

Semua bangunan yang dikunjungi Oliver, menganut sistem simetri sesuai falsafah negara Korea Utara, Juche. Hal ini tercermin dari berbagai ruang publik yang terlihat seperti set panggung, hasil dari penggunaan desain simetris dalam berbagai bangunannya. Desain simetris juga membuat pengaruh kuat, sehingga dapat dirancang untuk membangkitkan respon emosional dari masyarakat.

Artikel Selanjutnya
7 Langkah Mudah Aplikasi Interior Rumah Ala Skandinavia
Artikel Selanjutnya
Kombinasi Hati dan Kehidupan Hutan Liar dalam Restoran Italia