Sukses

Banyuwangi Memantapkan Diri sebagai Kawasan Seribu Festival

Liputan6.com, Jakarta Banyuwangi yang dikenal sebagai kawasan sejuta festival secara resmi baru saja meluncurkan kalender even sepanjang 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat (3/2/2017). Dikemas dalam Banyuwangi Festival 2017 (B-Fest), ada 72 festival yang akan diselenggarakan di Banyuwangi sepanjang tahun ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam peluncuran tersebut meyakini, beragam even ini akan menjadi magnet baru bagi pariwisata Banyuwangi.

Arief Yahya menjelaskan, B-Fest yang digelar sejak 2012 dan gencar dipromosikan di media digital menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi yang paling populer di Tanah Air maupun mancanegara, sehingga tren kunjungan wisman dan wisnus ke daerah ini terus meningkat.

“Sampai November 2016 kunjungan wisman ke Banyuwangi mencapai 75 ribu sekitar 30 persen mengunjungi Gunung Ijen, sedangkan wisnus sebanyak 2,7 juta atau jauh melampaui target yang ditetapkan. Keberhasilan ini antara lain karena strategi menggunakan digital tourism,” kata Arief Yahya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi juga karena ditunjang dengan aksesibilitas transportasi udara (selain transportasi lewat darat bus dan kereta api  maupun melalui jalur laut) yang baik.

“Sejak ada penerbangan langsung dari Surabaya – Banyuwangi melalui Bandara Blimbingsari (PP) dan Denpasar–Banyuwangi PP pada 2014 yang lalu kunjungan wisman dan wisnus ke Banyuwangi melonjak tajam,” kata Arief Yahya.

Sementara itu, Abudllah Azwar Anas mengatakan, penyelenggaraan B-Fest tidak hanya untuk mempromosikan pariwisata, namun juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat ke masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah serta sebagai wadah dalam menampung potensi kreativitas anak muda.

“B-Fest kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni dan budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Termasuk event dan kreasi baru juga akan kami sajikan. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat," kata Azwar Anas.

Dari 72 gelaran event B-Fest 2017 akan disajikan event besar yang telah menjadi ikon daerah seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017), Banyuwangi Ethno Carnival (11 November 2017), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober 2017), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September 2017), dan Jazz Ijen (6-7 Oktober 2017), selain event anyar yang akan menjadi magnet baru antara lain, Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September 2017) dan Festival Bambu (12-13 Mei 2017).

Azwar Anas menjelaskan, mengawali kegiatan telah digelar Festival Sedekah Oksigen dan Festival Jeding Rijig (toilet bersih) yang berlangsung di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi pada 25 Januari 2017 yang lalu.

"Tahun ini kami juga menggelar event baru  Festival Sastra (26 -30 April 2017) dan Festival Teknologi Inovatif (19-22 Juli 2017). Tujuannya tak lain untuk merangsang minat anak muda pada sastra dan inovasi teknologi. Kalau difestivalkan, tumbuh perhatian pada dua bidang tersebut,"kata Anas menambahkan.

 

Artikel Selanjutnya
Siap-Siap, 5.000 Hadiah Disiapkan Jakarta Fair 2017 Saat Lebaran
Artikel Selanjutnya
Obama Pun Ingin ke Bali Menikmati Keindahan Alam Ubud