Sukses

Ini 8 Hal yang Terjadi pada Kulit Saat Anda Menstruasi

Liputan6.com, Jakarta Menstruasi menjadi salah satu periode waktu paling menyebalkan yang dialami oleh seorang wanita. Saat menstruasi, payudara dan perut akan terasa sakit, serta napsu makan tidak bisa dikendalikan.

Namun, pernahkah Anda menyadari apa yang terjadi pada kulit saat menstruasi? Saat menstruasi, kulit wajah akan meningkatkan produksi minyaknya, hingga menyebabkan timbulnya jerawat, dan sensitivitas pada kulit.

Dilansir dari allure.com, Selasa (07/02/2017), berikut ini adalah beberapa hal yang akan terjadi pada kulit pada saat Anda menstruasi dan bagaimana mengatasinya.

1. Hormon dapat membuat kulit super berminyak

Hormon androgen, progesteron, dan estrogen akan terlibat saat Anda menstruasi selama satu bulan. Ketika hormon tertentu melonjak, kelenjar minyak bisa meningkat hingga tidak terkontrol.

2. Mudah terkena jerawat

Ketika produksi minyak meningkat, otomatis sel-sel yang melapisi pori-pori juga semakin cepat berbalik. Ketika sel-sel ini tidak terkelupas, maka mudah bagi komedo muncul di wajah Anda.

Minyak yang berlebih merupakan alasan yang tepat bagi bakteri penyebab jerawat untuk bekerja.

3. Rambut mudah berminyak

Peningkatan testosteron yang terjadi pada saat menstruasi juga akan berdampak pada kulit. Folikel rambut sangat sensitif terhadap perubahan hormon, sehingga Anda mungkin akan melihat ketombe atau kulit mengelupas.

4. Tidak dianjurkan menggunakan produk apapun

Bagi beberapa orang, pil KB adalah teman terbaik untuk memperbaiki kondisi kulit yang buruk. Hal yang menarik adalah saat menstruasi ada beberapa kasus di mana pil KB tidak bekerja menghalangi timbulnya jerawat di wajah.
Jika Anda ingin menggunakan produk tertentu, sebaiknya hubungi dokter terlebih dahulu untuk mengetahui risikonya.

5. Kulit menjadi sangat sensitif

Ketika menstruasi, kulit akan lebih sensitif dan mudah teriritasi secara keseluruhan.

6. Berat badan juga bisa menjadi penyebab munculnya jerawat hormonal

Jika Anda kelebihan atau kekurangan berat badan, menstruasi Anda bisa tidak teratur, yang berarti pertumbuhan hormon juga menjadi tidak teratur. Dapatkan berat badan yang ideal mungkin akan sangat membantu, membuat produksi hormon ovarium lebih baik.

7. Mengurangi konsumsi karbohidrat

Membatasi konsumsi karbohidrat akan membantu Anda mengendalikan fluktuasi hormonal. Hal ini sangat dianjurkan bagi Anda yang menderita diabetes, karena testosteron akan meningkat dengan mudah.