Sukses

Rahasia Museum Louvre, Prancis yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Liputan6.com, Jakarta Bagi banyak orang, berwisata ke Prancis tidak lengkap jika tidak mengunjungi Museum Louvre. Museum ini memang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Prancis. Museum yang dinobatkan sebagai museum yang paling banyak dikunjungi di dunia ini juga merupakan museum terbesar di dunia, yang memajang 38.000 karya seni dan 422.000 karya seni yang tersimpan baik.

Museum Louvre mempunyai 2.290 pegawai, termasuk 65 kurator dan 145 pekerja seni. Namun di balik kemegahannya, museum cantik ini menyimpan rahasia yang tidak banyak diketahui para wisatawan, seperti dikutip dari Travel and Leisure (Kamis, 26/02/2017) sebagai berikut.

Awalnya dibangun sebagai istana

Ternyata pembangunan Museum Louvre awalnya bertujuan sebagai istana. Louvre dibangun atas perintah Francois I, raja Prancis pada masa Renaissance. Francois I meratakan sebuah benteng dari abad ke-12 di sisi kanan untuk membuat jalan ke Istana Louvre. Pembangunannya dimulai pada tahun 1500-an, tetapi hanya sebagian bangunan yang selesai. Pembangunan kemudian dilanjutkan oleh raja-raja Prancis selanjutnya. Karena itulah beberapa bagian Louvre mempunyai gaya arsitektur berbeda.

Masih ada parit bekas benteng yang dihancurkan

Meskipun benteng era abad ke-13 yang dibangun Raja Philippe Augustus telah dihancurkan, namun para arkeolog menemukan parit sedalam 23 kaki di bawah Cour Carre saat pembangunan piramida kaca yang menjadi ikon Louvre. Parit tersebut merupakan bagian dari benteng yang dulu dihancurkan.

Butuh waktu 200 tahun membangun keseluruhan museum

Louis XIV adalah raja terakhir yang menggunakan Louvre sebagai tempat tinggal. Dia kemudian pindah ke Versailes pada tahun 1682. Pada tahun 1793 saat revolusi Prancis, Musée Central des Arts dibuka untuk umum di Grande Galerie. Kemudian pada tahun 1993, tempat tersebut digunakan sebagai museum untuk pertama kalinya.

Banyak karya seni di Louvre yang dijarah oleh Napoleon sebagai rampasan perang

Raja-raja Prancis terkenal sebagai kolektor benda-benda seni. Mereka juga memerintahkan para arsietek berbakat di Prancis untuk berperan dalam pembangunan Louvre. Namun selama masa perang yang dicetuskan oleh Napolen, banyak benda-benda seni di Louvre yang dijarah sebagai rampasan perang.

Pembangunan piramida kaca awalnya dianggap kontroversial

Piramida kaca yang terletak di depan Louvre saat ini telah menjadi ikon Louvre. Namun pada awal pembangunannya, piramida kaca yang dirancang oleh arsitek amerika I.M. Pei tersebut menuai banyak kritikan. Banyak orang menganggap bahwa piramida kaca dengan sentuhan modern tersebut merusak komposisi bangunan penuh sejarah itu. Piramida kaca tersebut didesain sebagai pintu masuk bagi para pengunjung. Sebagai info, Museum Louvre menerima lebih dari 4,5 juta pengunjung tiap tahun.

Lukisan terbesar di Louvre terletak di ruangan yang sama dengan lukisan Mona Lisa

Lukisan Mona Lisa mungkin merupakan lukisan paling terkenal yang disimpan dalam Museum Louvre. Namun banyak pengunjung tidak menyadari bahwa lukisan terbesar di Louvre disimpan di ruangan yang sama dengan lukisan Mona Lisa. Lukisan terbesar tersebut adalah "The Wedding feast at Cana". Banyak orang keliru menyebut lukisan tersebut dengan The Last Supper, lukisan tersebut sebenarnya menggambarkan mukjizat pertama Yesus yang mampu mengubah air menjadi wine.

Ana Fauziyah

Artikel Selanjutnya
Melihat Festival Inti Raymi di Peru
Artikel Selanjutnya
Tips Jalani Liburan ke Bali dalam 5 Hari ala Keluarga Obama