Sukses

Inilah Cara Produktif Mengatur Waktu Seperti Uang yang Berharga

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang mengeluh kehabisan waktu untuk bekerja dan tidak produktif, mulai dari siang hingga malam hari. Sehingga mereka tidak bisa melakukan apapun yang mereka sukai yang berdampak pada masa depan Anda dan produktivitas sehari-hari. Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk mampu mengatur waktu, layaknya uang yang berharga. Seperti yang dirilis oleh lifehack.org, Minggu (22/1/2017).

Untuk memahami cara mengatur waktu seperti uang, Anda harus mengenal terlebih dahulu istilah aset dan debit. Aset adalah hal-hal yang Anda miliki dan dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan. Sedangkan debit adalah hal-hal yang Anda lakukan dan dapat memberikan dampak negatif dalam kehidupan dan masa depan. Bila Anda sudah mengenal istilah ini, maka akan mudah untuk mengelompokkan waktu yang akan digunakan nantinya.

Mulailah mengatur waktu sehari-hari dengan memperbanyak aset dalam waktu Anda dalam kegiatan yang produktif. Contohnya adalah menggunakan fitur pengingat yang akan mengorganisir pekerjaan Anda menjadi lebih tepat waktu. Menggunakan catatan yang dapat membantu Anda menyelesaikan pekerjaan, dan memanfaatkan media sosial sesedikit mungkin.

Waktu yang digunakan sebagai aset ini disesuaikan dengan jadwal produktif Anda. Tentunya setiap orang memiliki jam bekerjanya masing-masing, sehingga pengaturan waktu ini makin efektif, dan menyelesaikan berbagai pekerjaan Anda. Bila sudah memasuki waktu kerja, kurangilah waktu debit yang akan mengikis produktivitas Anda, seperti membalas email terlalu lama, menjelajahi media sosial untuk hal yang tidak penting, dan sekadar berbincang di waktu paling produktif. Efek dari waktu debit ini akan terasa ketika Anda makin lama pulang dari kantor, atau pekerjaan harus tertunda dari jadwal yang seharusnya.

Padahal jika pekerjaan harus tertunda terus menerus, Anda tidak bisa mengambil pekerjaan yang baru. Anda juga dicap sebagai orang yang tidak produktif dan tidak tepat waktu oleh rekan kerja. Hindarilah hal ini dengan menganggap waktu adalah uang yang Anda peroleh untuk hidup. Makin banyak waktu terbuang, makin sedikit pula uang yang didapatkan.