Sukses

Kenali Beragam Penyebab Ketakutan pada Anak

Liputan6.com, Jakarta Anak-anak suka menangis bukan tanpa sebab, tangisan anak-anak biasanya berasal dari timbulnya rasa takut. Apa saja faktor-faktor penyebab ketakutan yang kerap anak-anak rasankan? Dilansir dari laman magforwomen.com, Rabu (8/2/2017), berikut adalah beberapa penyebab ketakutan pada anak yang wajib diketahui orangtua.

1. Orang asing
Anak-anak biasanya akan menangis jika melihat orang yang tidak familiar mendekatinya. Mereka akan merasa aman jika ada bersama dengan orang-orang yang familiar di mata mereka.

2. Kegelapan
Anak-anak cenderung akan menangis jika berada dalam kegelapan. Jika lampu di rumah Anda padam pada malam hari, pastikan Anda ada di samping anak Anda untuk membuat mereka tetap merasa aman.

3. Petir dan kilat
Anak-anak tidak suka akan suara gaduh yang mengejutkan. Waspadai, suara petir dan kilat dapat membuat anak Anda menangis dan ketakutan. Pastikan keberadaan Anda dapat membuat mereka merasa aman.

4. Mimpi buruk
Jika pada malam hari anak Anda terbangun dan menangis dengan kencang, bisa jadi mereka baru saja mengalami mimpi yang buruk dalam tidurnya. Jangan biarkan mimpi buruk menguasai pikiran anak Anda. Segera tenangkan dia dengan pelukan Anda dan katakan bahwa segalanya akan baik-baik saja.

5. Kesendirian
Anak kecil takut akan kesendirian. Hati-hati, jangan sampai Anda meninggalkan anak Anda seorang diri di mana pun, sekalipun di dalam rumah. Hal ini akan membuat trauma bagi diri anak Anda.

6. Perkelahian
Hati dan jiwa anak-anak begitu lembut dan halus. Anak-anak tidak suka melihat perkelahian. Sebisa mungkin anak-anak tidak melihat dan mendengar perkelahian siapa pun.

7. Binatang
Beberapa anak kecil suka melihat binatang-binatang yang lucu, namun ada juga yang tidak menyukainya. Beberapa cenderung malah takut dan menangis karena melihat binatang yang masih asing bagi mereka.

8. Kembang api
Orang dewasa melihat kembang api sebagai sebuah hal yang indah dan menarik di atas langit. Namun, berbeda dengan anak-anak, mereka cenderung ketakutan melihat dan mendengar suara letupan kembang api yang cukup keras. Beri penjelasan kepada anak Anda bahwa itu hanyalah kembang api yang tidak berbahaya.


(Odilia Hana Santoso)