Sukses

Tarif Odong-Odong Rp 150 Ribu, Wisatawan di Jogja Kecewa

Liputan6.com, Yogyakarta Jogja dihebohkan dengan berita tarif sewa mobil hias alias odong-odong di Alun-alun kidul (Alkid) Yogyakarta yang mencapai Rp 150 ribu. Tarif selangit ini membuat wisatawan yang datang ke merasa kecewa, sehingga muncul curhatan ketidakpuasan wisatawan di media sosial yang akhirnya viral.

Heru Susanto, Ketua Paguyuban Pelaku Pariwista Alkid (Paparasi) mengatakan, dalam beberapa hari terakhir muncul infomasi di media sosial terkait tarif mobil hias yang mencapai 150 ribu. Hal ini berawal dari salah satu anggota paguyuban yang menaikkan tarif naik odong-odong saat libur panjang akhir tahun.

"Tarif harga gak ada, jadi bisa tawar-menawar, tapi ini liburan sehingga ada salah satu teman yang menaikkan. Mungkin ya. Ini bukan instruksi dari paguyuban," ujarnya kepada Liputan6.com, Selasa (3/1/2017).

Terkait hal ini, dirinya meminta maaf jika ada wisatawan yang dirugikan atas kejadian ini. Sehingga kejadian seperti hari kemarin tidak lagi terjadi, sehingga wisatawan tidak kapok datang lagi ke Alkid.

"Saya ketua umum memohon bisa diluruskan karena di sosmed, harapan saya hubungan bisa baik kembali. Saya memohon maaf kepada wisatawan yang berkunjung di Alkid. Harapan kita jangan sampai peristiwa kemarin terjadi lagi," ujarnya.

Heru mengatakan, dampak dari informasi di media sosial akan sangat negatif bagi dunia wisata di Jogja. Sehingga ia akan berusaha mengumpulkan semua anggota paguyuban untuk mendiskusikan hal ini.

"Dampaknya negatif untuk kami sendiri dan pariwisata di DIY ini. Semoga ke depan tidak terjadi lagi. Segera mungkin merapatkan ini dengan komunitas odong-odong," ujarnya.

Setelah kejadian ini akan segera ditetapkan harga yang sesuai. Sehingga tarif ini dapat diberlakukan baik saat hari biasa dan juga hari libur nasional.

"Ke depannya ada tarif normal dan patokan. Karena patokan tidak ada, jadi harganya bisa fleksibel, kita akan tetapkan harga pasti," ujarnya. (Yanuar H)

Artikel Selanjutnya
Jungkir Balik Pemkot Poles Angkot Bandung
Artikel Selanjutnya
Makin Ditinggalkan, Perlukah Angkot di Bandung Dipertahankan?