Sukses

Potret Adam Kasali untuk Orang Jawa di Suriname

Liputan6.com, Jakarta Pada 2016, Adam Makalani Kasali, fotografer muda berbakat asal Indonesia, melakukan perjalanan yang tak ternilai sepanjang karirnya. Pria berusia 21 tahun ini melakukan petualangan di bagian utara Amerika Selatan, di negara Guyana Prancis dan Suriname.

Tujuan awal Adam datang ke Guyana Prancis sebenarnya adalah untuk memotret peluncuran satelit BRIsat. Namun, karena penundaan yang beberapa kali terjadi saat berada di negara jajahan Prancis itu, ia memutuskan untuk berpetualang di negara tetangganya, Suriname.

Adam berkisah, ia bertemu dengan Swito yang merupakan pegawai space agency di Guyana Prancis. Swito adalah warga negara Suriname sekaligus pria keturunan Jawa.

"Pak Swito ini pribadi yang unik. Ia cukup bisa berbahasa Inggris tetapi dengan logat Prancis yang kental, ia juga bisa berbahasa Jawa dengan dialek Suriname. Kami bisa langsung dekat," kata Adam di Rumah Perubahan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/12/2016).

Adam Makalani Kasali, fotografer muda berbakat asal Indonesia, melakukan perjalanan ke Suriname dan menemukan potret orang Jawa di sana.

Di Suriname, anak Profesor Rhenald Kasali ini justru menemukan keunikan tersendiri. Ia bertemu dengan orang-orang keturunan Jawa yang mencerminkan budaya yang masih kental.

Adam pun melakukan pendekatan kepada mereka. Pengetahuannya tentang masyarakat Jawa di Suriname yang masih minim terpuaskan dengan datang langsung ke sana.

Adam Makalani Kasali, fotografer muda berbakat asal Indonesia, melakukan perjalanan ke Suriname dan menemukan potret orang Jawa di sana.

"Kebanyakan mereka sudah tidak mengetahui lagi keluarganya di Jawa, tetapi mereka masih mempertahankan budaya Jawa. Misalnya dengan tetap memainkan gamelan dan mendengarkan lagu-lagu Jawa," ucap pria kelahiran 22 Juni 1995 ini.

Berkat pendekatan humanisnya, Adam pun mendapatkan foto-foto natural dari masyarakat Suriname keturunan Jawa itu. Bahkan, ia jadi mengetahui keinginan Swito yang ingin pulang ke Jawa untuk mencari keluarganya.

"Kalau saja nanti Pak Swito benar mau mencari keluarganya, saya akan dengan senang hati membantu, dan ini akan menjadi proyek saya selanjutnya," ungkap mahasiswa jurusan Fine Art di New York Film Academy ini.

Adam Kasali pun mengabadikan kisah perjalanannya dalam sebuah buku berjudul "Membawa Nusantara ke Luar Angkasa". Buku itu ditulisnya sendiri dan akan diluncurkan pada Januari 2017 mendatang.

Artikel Selanjutnya
Soebagijono, Sang Pejuang Kesehatan Jiwa di Malang
Artikel Selanjutnya
Ragil Prasetyo, Bocah Difabel Juara Baca Alquran Tingkat Dunia Naik Haji