Sukses

Amplang Camilan Khas Palangkaraya Favorit Presiden Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa dengan Jokowi kembali melakukan tugasnya ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Bulusukan yang dilakukan sang Presiden kali ini masih mengunjungi pusat perbelanjaan setempat.

Seperti sebelumnya, kedatangan Jokowi pada pusat perbelanjaan di Palangkaraya tersebut mengundang perhatian pengunjung. Selain melihat pergerakan perekonomian di Palangkara, kunjungan Jokowi pada pusat perbeelanjaan tersebut juga untuk membeli barang-barang lokal, salah satunya amplang ikan tenggiri.

Seperti yang diketahui Jokowi sangat menyukai produksi lokal. Menurutnya amplang merupakan cemilan khas Palangkaraya. Hal ini bisa menjadi salah satu cara menunjang perekonomian masyarakat setempat.

"Saya belanja amplang ikan tenggiri. Saya lihat kemasannya bagus ini. Saya ingin (berbelanja) yang lokal-lokal. Guava, jambu klutuk asli sini juga bagus," kata Jokowi.

Ini cara pembuatan amplang camilan yang dibeli Jokowi saat blusukan ke pusat perbelanjaan di Palangkaraya.

Amplang merupakan camilan sejenis kerupuk dengan rasa ikan yang bervariasi. Amplang ikan tenggiri merupakan best seller dan disukai pengunjung salah satunya orang nomor satu di Indonesia tersebut. Selain aplang ikan tenggiri, juga ada amplang ikan pipih yang juga merupakan favorit pengunjung. Camilan ini biasa juga dibawa pengunjung sebagai buah tangan.

Selain menjadi camilan, amplang juga bisa menjadi pendamping makan nasi atau yang lain. Kerupuk ini terbuat dari bahan dasar ikan pipih atau ikan tenggiri yang merupakan hasil budidaya perikanan khas Kalimantan.

Di balik rasanya yang gurih, ternyata proses pembuatan amplang tidak mudah. Untuk membuat kerupuk ikan ini butuh waktu sekitar dua hari hingga tiga hari. Terlebih ketika pasokan ikan sulit didapat.

Ini cara pembuatan amplang camilan yang dibeli Jokowi saat blusukan ke pusat perbelanjaan di Palangkaraya.

Selain ikan, bahan lainnya adalah tepung terigu, telur, dan bumbu lainnya. Sebelum diproses, ikan dikeringkan terlebih dahulu selama sekitar satu hari. Setelah itu ikan dihancurkan dengan cara ditumbuk. Langkah selanjutnya dicampur racikan bumbu lain. Bahan tersebut lalu diberi terigu hingga membentuk adonan dan dibentuk seperti kerupuk. Dua hari kemudian, bahan digoreng dan dibungkus dalam kemasan plastik.

Pemerintah setempat juga telah memeberikan pelatihan rutin untuk membuat kemasan pada Usaha Kecil Menengah (UKM), sehingga menghasilkan kemasan yang menarik dan menjual. Selain itu menjamurnya kios yang menjual kerupuk amplang ini membuat masayarakat pengusaha setempat semakin kreatif. Bahkan saat ini amplang hadir dalam variasi bentuk yang menarik perhatian, tak terkecuali presiden Jokowi.