Sukses

Tiga Event Besar Manado Dongkrak Kunjungan Wisman Tiongkok

Liputan6.com, Manado Tiga event besar di destinasi wisata Manado yang digelar akhir Oktober dan November 2016 memberi efek kejut positif bagi pariwisata Sulawesi Utara. Terutama buat wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang jumlahnya terus menanjak signifikan. Ketigaya adalah: Bunaken Festival, Lake Tondano Festival, dan Bamboo Instrument Orchestra paling banyak diburu wisnus dan wisman.

“Luar biasa Manado! Makin kuat dan makin mengakar dengan berbagai event di akhir tahun 2016 ini. Ada 26 event lagi sampai dengan 31 Desember 2016. Wisman Tiongkok pasti akan semakin terhibur oleh hiruk pikuk kegiatan pariwisata di Sulut,” kata Menpar Arief Yahya.

Gairah ini terlihat dari peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Oktober 2016. Angkanya meningkat 0,48 poin jika dibandingkan dengan September2016. Dari 67,89 persen, angkanya naik menjadi 68,37 persen. Secara Year on Year, TPK Oktober 2016 sebesar 68,37 persen, mengalami peningkatan 8,51 poin dibandingkan dengan TPK Oktober tahun sebelumnya sebesar 59,86 persen.

“Event di destinasi wisata ternyata sangat disuka wisman dan wisnus. Banyak berkah yang kami dapat dari sini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara, Happy Korah, Kamis, 15 Desember 2016.

Untuk urusan plesiran ke Sulawesi Utara, wisman Tiongkok langsung nangkring di urutan pertama. Pada September 2016, ada 1,873 orang (49,41persen) yang berlibur ke Manado. Setelah itu Amerika 379 orang (10,00 persen), Jerman 246 orang (6,49 persen), Singapura 211 orang (5,57 persen), Inggris 133 orang (3,51 persen), Belanda 105 orang (2,77 persen), Hongkong 95 orang (2,51 persen), Malaysia 67 orang (1,77 persen), Prancis 64 orang (1,69 persen)serta Thailand 62 orang (1,64 persen).

Imbasnya, tingkat hunian hotel pun ikut terkatrol naik. Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang 4 pada Oktober 2016 mencapai 81,37 persen. Ini merupakan TPK tertinggi. Sementara TPK hotel bintang 3 sebesar 66,56 persen, diikuti hotel bintang 5 sebesar 60,34 persen, hotel bintang 2 sebesar 43,18 persen, dan hotel bintang 1 sebesar 25,17 persen.

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) Asing pada hotel berbintang di periode Oktober 2016 mencapai 4,08 hari. Meningkat 1,01 poin dibanding dengan September 2016 yang sebesar 3,07 hari.

Hadirnya beragam event di destinasi wisata juga ikut memicu pergerakan kapal laut. Dari catatan BPS Sulawesi Utara, pergerakan kapal laut di Provinsi Sulawesi Utara pada Oktober 2016 sebanyak 1.171 unit.

Jumlahnya meningkat 8,23 persen dari September 2016. Semua kapal laut tadi menghasilkan pergerakan penumpang yang turun/debarkasi sebanyak 51.508 orang. Jumlah kunjungan kapal laut tadi diambil dari di 12 pelabuhan laut yang ada di Sulawesi Utara yaitu : Pelabuhan Labuhan Uki, Tahuna, Lirung, Likupang, Ulu-Siau, Pehe-Siau, Tagulandang, Biaro, Amurang, Kotabunan, dan Pelabuhan Manado, serta Pelabuhan Bitung.

Pergerakan lalu lintas angkutan udara juga ikut bergairah. Selama September 2016, jumlah pesawat yang datang tercatat menyentuh angka 1.266 unit. Jumlahnya meningkat 9,90 persen. Pergerakan penumpang yang datang sebanyak 114.185 orang atau meningkat tipis sebesar 1,33 persen bila dibanding September 2016.

“Ekonomi Sulawesi jadi tumbuh sangat bagus. Di triwulan III-2016, berdasarkan

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 25,77 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 19,09 triliun,” ungkap Korah.

Yang terkait pariwisata, semuanya tercatat naik. Penyediaan akomodasi dan makan minum naik 16,71 persen.

“Ini dipicu oleh dibukanya direct flight dari beberapa kota di Tiongkok pada awal Juli 2016. Pelaksanaan event berskala internasional yang padat pada triwulan III di Sulawesi Utara juga turut mendongkrak pertumbuhan kategori ini,” ungkap Korah.

Bahkan sektor Informasi dan komunikasi juga ikutan naik 6,86 persen. "Kenaikan ini didorong oleh masuknya industri transportasi online di Kota Manado pada kuartal ke-3 tahun ini. Efek pariwisata memang dahsyat. Selain menghasilkan income, banyak lapangan kerja baru yang bisa diciptakan dengan cost yang sangat rendah,” papar Korah.

(Adv)

Artikel Selanjutnya
Target Wisman Melonjak, Cross Border Events Harus Diperbanyak
Artikel Selanjutnya
Pengangguran Paling Banyak Ada di Kalimantan Timur