Sukses

Ribuan Pelaku Usaha Bertarung Ide Ciptakan Kreasi Oleh-Oleh

Liputan6.com, Jakarta Sebagai upaya menciptakan ragam kreasi oleh-oleh khas Nusantara bagi para pelaku industri bakery dan pastry, Blue Band baru saja menggelar kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh. Digelar September 2016 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah, akhirnya terpilih tiga terbaik, yaitu Bagelen Bekatul dari Jawa Tengah, Cake Salak Kilo dari Kalimantan Timur, dan Nutsafir Cookies dari Nusa Tenggara Barat.

Thomas Agus Pamudji, Managing Director Unilever Food Solution menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Kamis (15/12/2016) mengatakan, “Dalam waktu dua bulan, sebanyak 3.667 pelaku industri bakery dan pastry telah berpartisipasi dalam kompetisi ini, itu artinya animo masyarakat sangat besar, potensi industri oleh-oleh juga sangat besar Indonesia. Proses penjurian sendiri juga dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap validasi, tahap penjurian tingkat provinsi, penjuarian tingkat nasional, hingga akhirnya terpilih tiga pemenang utama.”

Hal serupa juga diungkapkan Vita Datau selaku Ketua Tim Percepatan Kuliner dan Belanja digelarnya kompetisi ini merupakan apresiasi bagi industri pariwisata di Indonesia yang berkembang pesat. Fakta yang menunjukan tiga dari empat orang Indonesia lebih memilih produk makanan sebagai oleh-oleh saat berpergian telah membuktikan, industri oleh-oleh merupakan potensi yang besar dalam pariwisata Indonesia.

“Komoditas oleh-oleh tidak hanya menguntungkan pelaku industri bakery dan pastry tapi juga berkontribusi bagi sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia. Saat ini sektor pariwisata telah berkontribusi 4 persen dari total perekonomian Indonesia dan trennya akan terus meningkat,” ungkap Vita.

Selama penjurian dalam kompetisi ini, dewan juri mengakui ada banyak hal yang perlu dikembangkan terkait kreasi oleh-oleh. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis para peserta ke depan.

Chef Rahmat Kusnedi selaku Ketua Dewan Juri mengatakan, tiga kriteria yang dipakai untuk penjurian adalah rasa, rupa dan keunikan. “Kalau rasanya tidak enak tentu tidak menang, karena rendah nilai jualnya. Kalau untuk rupa kami menilai oleh-oleh dari tampilannya, daya tahan, dan kemasannya. Oleh-oleh yang bagus harus dikemas dengan baik dan aman. Oleh-oleh juga harus unik dan mencerminkan keistimewaan daerah asalnya,” ungkap Chef Rahmat.

Chef Rahmat sendiri sangat terkesan dengan ribuan peserta yang telah ikut serta dalam ajang kompetisi ini. Masyoritas peserta membuat cake, cookies, roti, dan bolen. Peserta juga banyak yang mengangkat sisi tradisional dan mengemasnya dengan kreatif dan menarik.

Artikel Selanjutnya
Mau Langgeng? Jangan Pernah Ucapkan 6 Hal Ini pada Pasangan
Artikel Selanjutnya
Jangan Menyesal, Ini 20 Keuntungan Masih Single Saat Ini