Sukses

Wisman Terpukau Bandung International Art Festival 2016

Liputan6.com, Bandung Perhelatan Bandung International Art Festival (BIAF) 2016 memukau Wisatawan Mancanegara (Wisman). Para seniman dan budayawan itu sukses menggelar acara dengan kombinasi alam dan seni di acara BIAF yang digelar di dua tempat yakni di Curug Batu Templek daerah Pasir Impun Bandung dan di Argo Wisata Pesanggarahan pada tanggal 9 dan 11 Desember kemarin.

”Indonesia punya semua ternyata, sangat unik dan memberikan kesan yang banyak buat saya. Membuat saya terpukau karena sangat menarik dan penuh artistik karena tampil di air terjun yang indah dan yang punya udara sejuk ini,” ujar Meliana salah satu turis asal Hungaria saat menyaksikan penampilan pentas Tibelat Reak di Curug Batu Templek, Bandung, Jawa Barat.

Kementerian Pariwisata yang dipimpin Menpar Arief Yahya itu berkaloborasi dengan Panitia BIAF 2016 serta para seniman Bandung dengan cermat dan cerdas. Bongkahan bekas penggalian untuk batu itu kini berubah menjadi objek wisata yang menawan. Branding Pesona Indonesia pun terlihat sejak jalan masuk hingga di batu-batu yang membuat air terjun menjadi bertambah indah.

Menariknya, lokasi panggung menyatu dengan alam. Para seniman dari 8 negara unjuk gigi di hamparan air terjun, panggung yang menyatu dengan bibir air terjun, serta permainan lampu warna-warni yang meriah, membuat acara yang digelar sejak pagi hingga malam hari ini tumplek blek dikunjungi pengunjung.

Tokoh Seniman Bandung Mas Nanu mengatakan, memang skema penampilan yang disiapkan Kemenpar dan para panitia adalah penampilan budaya, alam dan seni. Apa yang dinikmati wisatawan mancenagara yang hadir adalah kombinasi yang jarang mereka temui.

”Seni dengan alam adalah kekayaan kita. Akan kita mix menjadi Pariwisata Indonesia yang kuat. Salah satu pentas yang membuat tamu bahagia seperti pentas Rajah Kidung Kulawu. Ini juga menceritakan kombinasi alam. Udara, api, air dan alam. Alhamdulillah para pengunjung yang hadir terpukau. Ini semua di jalurnya, kami berharap Kemenpar terus mendukung skema ini,” katanya.

Seperti diketahui, tidak kurang dari 300 seniman dan budayawan dari 13 provinsi dan 8 negara terlibat dalam perhelatan BIAF 2016 pada 9 hingga 11 Desember lalu dengan menampilkan maha karyanya.

1 dari 2 halaman

Bandung International Art Festival

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan menambahkan ini adalah bentuk dukungan Kemenpar agar para seniman bisa mengimplementasikan kekayaan seni dengan kehebatan alam yang dimiliki tanah air Indonesia untuk menjadi pesona daya tarik wisnus dan wisman.

”Mengusung target tahun 2017 yang dicanangkan Kemenpar yakni 15 juta wisatawan mancanegara, pariwisata nusantara siap mendukung hal itu. Tentunya, poinnya di acara BIAF 2016 ini adalah bagaimana para seniman bisa berimajinasi, berkarya dan bisa langsung aksi. Ini adalah implementasinya untuk Wisman dan untuk keindahan alam kita serta tentunya perekonomian masyarakat sekitar destinasi wisata alam, budaya dan buatan juga terangkat,” ujar Wawan.

Ucapan Wawan memang terbukti. Terlihat, antusiasme masyarakat berdampak langsung di tempat destinasi wisata Alam dan budaya Curug Batu Tumplek. Roda perekonomian masyarakat di tempat sekitar terlihat bergerak di perhelatan tersebut. Penduduk asli membuka parkir, warung dengan makanan khas seperti nasi liwet, dan Selai Pisang yang sangat khas penuh dikunjungi pengunjung.

Kang Deden yang juga selaku Ketua panitia BIAF 2016 pemuda asli Bandung itu menjalin sinergi di kepanitiaan dengan melibatkan aktivitas masyarakat sekitar. Selain itu, banyak bangunan baru yang milik penduduk sendiri untuk tempat istirahat, dan tokoh-tokoh masyarakat bahagia masyarakatnya punya banyak kegiatan positif.

”Selanjutnya penataan SDM pariwisata, insfrastruktur jalan menuju lokasi perlu segera dibenahi, ketersedian lapangan parkir dan ke depannya kepada masyarakat harus segera mempersiapkan homestay, toilet yang bersih serta sarana kebersihan yang memadai dan sarana ibadah tentunya. Karena saya optimis akan semakin banyak pengunjung baik wisnus maupun wisman. Karena ini salah satu konsentrasi Menteri Pariwisata di tahun-tahun ke depan untuk selalu memajukan pariwisata. Tapi tentu diperlukan komitmen dari CEO di daerah seperti Gubernur, Bupati atau Walikota yang serius untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam percepatan pembangunan dan mengembangkan daerah, tugas Kemenpar mendukung keseriusan CEO tersebut ” tandas Wawan.

(Adv)

Artikel Selanjutnya
Manado Jadi Tuan Rumah Festival Film Indonesia 2017
Artikel Selanjutnya
Franki Raden Raih Penghargaan Ikon Prestasi Seni Budaya Indonesia