Sukses

Pameran Hope For Dsylexiart Bukti Anak Disleksia Berprestasi

Liputan6.com, Jakarta Aksi sosial di penghujung tahun ini dilaksanakan oleh Artotel Indonesia serempak di berbagai daerah di mulai 1 Desember sampai 31 Desember 2016. Program yang bertemakan #ARTOTELforHOPE ini mengajak para tamu menuliskan harapan yang ingin diraih di tahun baru dalam secarik kertas dan ditempelkan pada Dinding Harapan yang ada di Lobby Artotel Thamrin Jakarta, Artotel Surabaya, dan Artotel Sanur Bali.

“Melalui #ARTOTELforHOPE, kami mengajak para tamu mengekkspresikan harapan yang ingin diraih di tahun depan dan juga kepedulian sosialnya. Para tamu cukup menuliskan harapannya di post it dan setiap post it yang ditulis akan kami hargai Rp 5 ribu untuk didonasikan ke yayasan sosial yang ditunjuk oleh tiap hotel,” ungkap Erastus Radjimin, CEO Artotel Indonesia pada Senin, (5/12/2016).

Rangkaian aksi sosial lainnya adalah pameran lukisan dari seniman penyandang disleksia di Artotel Jakarta. Disleksia adalah kondisi di mana seorang anak memiliki perkembangan menulis dan membaca yang lebih lambat dari usia yang seharusnya. Namun keadaan ini membuat Aqil Prabowo (12), memiliki berkah dan kelebihan imajinasi visual yang luar biasa, di atas anak-anak seusianya. Karya lukisan Aqil kini ditampilkan dalam pameran “Hope For Dsylexiart” yang diadakan di Artotel Thamrin, Jakarta.

“Disleksia memang telah membuat Aqil kesulitan membaca dan menulis, tetapi energi dan imajinasinya tersalurkan ke dalam lukisan-lukisan unik lagi bernarasi kuat,” ujar Amalia Prabowo, Ibunda Aqil Prabowo.

Pameran seni bertema sosial ini juga berkolaborasi dengan Andrea Juwono, seorang pelajar SMA Anglo Chinese School (ACS) Jakarta yang memiliki antusiasme seni yang tinggi. Selain untuk menyambut hari raya natal dan tahun baru, Artotel Thamrin juga mengajak para tamu hotel untuk turut serta dalam kegiatan #ARTOTELforHOPE dengan cara berdonasi.

Aksi sosial dan seni ini akan dilaksanakan serempak di berbagai ARTOTEL yang ada di Indonesia

Seluruh donasi yang disumbangkan oleh tamu hotel selama satu bulan dan hasil penjualan lukisan, akan diberikan seluruhnya kepada Gerakan Sosialisasi Disleksia yang digagas oleh ibu Amalia Prabowo. Gerakan ini dibuat untuk meningkatkan kepedulian bagi anak-anak penyandang disleksia sehingga mampu mengarahkan potensi yang ada dan berguna bagi diri sendiri serta lingkungannya.

Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia atau YPKAI juga akan mendapatkan sumbangan dari aksi sosial di Artotel Surabaya. Selain dari tulisan harapan, sumbangan juga berasal dari 10% keuntungan dari Art Bazzar yang akan dilakukan tanggal 16 Desember. Bazar ini diadakan bekerjasama dengan pengrajin seni batik dari kawasan Dolly, Surabaya.

Artotel Sanur, Bali juga menyumbangakan dana dari tulisan ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat khusus Tuna Grahita yang merupakan sentra kerajinan tangan gelang. Karena kondisi perekonomian yang kurang baik, tidak ada orang yang membeli karya anak tunagrahita yang berupa gelang ini. Akhirnya gelang-gelang ini akan dibeli dengan sumbangan dana dari para pengunjung hotel yang menuliskan harapannya pada Desember 2016.