Sukses

Keseringan Baca Novel Akibatkan Perubahan pada Otak

Liputan6.com, Jakarta Apakah Anda merasa bosan bila tidak membaca novel dalam sehari? Atau Anda sangat cinta novel sehingga bisa lepas darinya? Ternyata, kebiasaan ini akan membuat perubahan pada otak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Emory University, Amerika Serikat, keseringan membaca novel akan membuat dampak besar kepada otak Anda, seperti dikutip dari lifehack.org, Senin (28/11/2016).

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui, apakah sering membaca novel bisa mengubah otak atau tidak. Dalam penelitian ini, para peneliti membuat sebuah simulasi yang terdiri dari 21 siswa. Mereka diminta untuk membaca novel Pompeii yang ditulis oleh Robert Harris, setiap harinya selama sembilan hari penuh tiap malam.

Mereka hanya diperbolehkan membaca novel tersebut 1/9 bagian tiap harinya dan menjalani serangkaian tes Functional Magnetic Resonance Imaging atau FMRI pada otak mereka. Tes ini dilaksanakan lima hari sebelum membaca novel, saat membaca novel, dan lima hari setelah membaca novel.

Ternyata akibat yang dihasilkan dari sering membaca novel terlihat sangat positif. Terjadi perbedaan yang jauh antara tidak membaca novel dan yang gemar membacanya secara sering. Terlihat bahwa konektifitas antar sel di otak meningkat, bahkan makin meningkat hingga menjelang puncak cerita. Selain berdampak meningkatnya kemampuan imajinasi pada otak, sering membaca novel juga meningkatkan kemampuan bahasa.

Hal ini terjadi karena sang pembaca novel, sering menjadi tokoh utama atau menempatkan dirinya ada dalam cerita yang dibaca, sebagai seorang manusia. Sang pembaca hadir pada setiap sisi cerita dan memahami semuanya lewat interpretasi kata. Sehingga imajinasi, kreativitas dan kemampuan bahasa meningkat pesat.

Artikel Selanjutnya
Jangan Lakukan 9 Hal Ini Saat Kencan Pertama
Artikel Selanjutnya
Bisa Bikin Bad Mood, Setop Konsumsi 7 Makanan Ini