Sukses

Tradisi Cerai di Toilet yang Masih Bertahan Hingga Kini

Liputan6.com, Jakarta Lelah dengan urusan percintaan yang tidak membahagiakan? Atau hubungan pernikahan Anda sudah berada di ujung tanduk? Segera putuskan dan siram permohonan cerai Anda ke dalam toilet. Cara unik ini sudah ada di Kuil Mantokuji, Jepang, seperti yang dirilis dari telegraph.co.uk, Sabtu (26/11/2016).

Kuil yang sudah ada sejak berabad lalu ini memiliki sejarah sebagai tempat pengungsian bagi wanita-wanita yang tidak puas dengan pernikahan yag mereka jalani. Sebelum mereka ingin menyatakan cerai kepada suaminya, mereka harus menuliskan berbagai keluh kesah dan pengalaman buruk di secarik kertas.

Setelah semua permohonan dan curahan hati dituliskan, mereka bisa memilih dua jenis toilet yang digunakan untuk mengabulkan doa. Tidak seperti sekarang yang kebanyakan menggunakan toilet duduk, toilet khusus untuk mengabulkan doa ini memiliki jenis toilet duduk dengan dua warna, hitam dan putih.

Bila seorang wanita ingin menceraikan suaminya, maka ia harus memasukkan kertas tersebut ke dalam toilet putih yang berarti memutuskan hubungan. Bila sang wanita hanya ingin membuang nasib buruknya dan membuat hubungannya kembali dekat dengan sang suami, kertas harus dimasukkan ke dalam toilet hitam yang berarti mengeratkan hubungan.

“Toilet ini hanya ada dua di Jepang dan di seluruh dunia. Dulunya Mantokuji adalah kuil untuk perceraian. Kuil ini memberikan kemungkinan untuk bercerai dari suaminya karena hubungan pernikahan yang buruk dan mendapatkan perlindungan yang legal.” ungkap Tadashi Takagi, kepala museum Mantokuji.

Cara bercerai yang aneh ini muncul dari sebuah pernyataan spiritual di Jepang yang menyatakan Tuhan hadir dalam segala hal, termasuk toilet yang disebut dengan ‘Kawaya No Kami’ yang memberikan kesehatan dan kesuburan pada manusia. Inti dari ritual toilet ini adalah membuang hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan manusia dan menjadi seseorang yang bahagia.