Sukses

5 Kebiasaan Buruk yang Perlu Dihindari dalam Dunia Kerja

Liputan6.com, Jakarta “Ekspresi bahasa tubuh lebih efektif daripada kata-kata,” ujar Edward T.Hall, antropolog asal Amerika Serikat. Ungkapan itu tak hanya berlaku untuk komunikasi sehari-hari, tapi juga berlaku di dunia kerja. Dalam dunia profesionalisme, tak hanya performa kerja saja yang menentukan Anda bisa sukses atau tidak, Anda juga dituntut untuk memberikan impresi yang positif pada atasan, klien, ataupun rekan-rekan kerja Anda, dan impresi ini tak bisa diungkap hanya lewat kepandaian berkata-kata saja, tetapi juga kepintaran membawa diri lewat bahasa tubuh.

Bahasa tubuh yang baik penting juga diterapkan dalam rapat internal di kantor atau rapat dengan klien. Seringkali orang menganggap sepele, bisa jadi karena rapat hanya di antara teman-teman yang sudah biasa Anda kenal. Atau, memang karena situasi rapat yang sangat membosankan dan sulit untuk berkonsentrasi sepenuhnya.

Sesulit apa pun itu, usahakan hindari melakukan lima hal ini, sebab, jangan lupa, Anda masih dalam rel profesionalisme kerja dan karier.

1. Memain-mainkan pena Anda sehingga mengeluarkan bunyi tik-tok-tik-tok, atau menggoyang-goyangkan kursi ke kiri dan ke kanan.

Sikap lain misalnya Anda menggoyang-goyangkan kaki di bawah meja. Meskipun pada saat itu sebenarnya Anda sedang berpikir keras dan mencari ide untuk disampaikan dalam rapat, tapi sikap-sikap semacam itu hanya akan mengacaukan konsentrasi rapat. Anda juga akan dianggap kekanak-kanakan dan si pengganggu. Jika Anda ingin dihargai rekan-rekan Anda, perhatikan dan ikuti jalannya rapat dengan tertib dan duduklah yang tenang. Jangan Anda mengira bahwa orang lain tidak akan memperhatikan kelakuan Anda saat bermain-main pulpen.

2. Sibuk mengunyah

Santapan dan snack lezat sengaja terhidang di hadapan Anda. Kebetulan, Anda lapar berat. Tanpa sadar, tangan Anda bolak-balik mengambil makanan, dan mulut mengeluarkan bunyi makanan yang dikunyah.

3. Bisik-bisik ke teman sebelah.

“Tadi ngomongin apa, sih?” Tanya Anda ke teman sebelah. Lalu, obrolan merembet ke hal lain dan keseruan-keseruan yang terjadi hari itu. Tanpa sadar, Anda dan teman sebelah menahan tawa cekikikan, sementara yang lain sedang konsentrasi.

4. Sikap duduk yang melorot.

Maksudnya, sih, biar tidak terlalu serius dan lebih rileks saat rapat. Kalau memang Anda merasa tegang tak ada salahnya sesekali beringsut, atau teguklah secangkir kopi yang memang disediakan untuk peserta rapat. Sikap duduk yang baik dan tegak menunjukkan sikap menghormati forum. Selain itu juga memperlihatkan karakter Anda adalah pribadi yang kuat dan meyakinkan.

5. Sibuk dengan gadget.

Mula-mula, ada satu pesan singkat yang masuk ke smartphone Anda, dan Anda pun membaca lalu dibalas. Kemudian, eh, ada yang like di Facebook, ada notifikasi Instagram, Twitter, tahu-tahu, saat ada yang bertanya kepada Anda dalam rapat, Anda pun gelagapan karena tak mengikuti pembicaraan.

Ficky Yusrini