Sukses

Pemilu Amerika Serikat Ternyata Mirip Ujian Nasional

Liputan6.com, Jakarta Setelah pemilu Amerika Serikat berakhir, tentu saja kita masih bertanya-tanya. Bagaimana cara para pemilih memberikan suaranya sehingga hasil bisa cepat dihitung? Bila di Indonesia kita mengenal cara pencoblosan dengan paku dan pencontrengan dengan menggunakan spidol, ternyata Amerika Serikat menggunakan cara yang komputerisasi. Inilah beberapa kesamaan pemilu Amerika Serikat dengan Ujian Nasional.

Para pemilih harus mendaftar terlebih dahulu sebelum ikut pemilu
Bila di Ujian Nasional, para siswa harus mendaftar di sekolah-sekolah untuk mendapatkan kesempatan ujian, maka di pemilu di Amerika Serikat, mereka harus mendaftar jauh-jauh hari. Pendaftaran ini diatur sesuai dengan ketentuan negara bagian masing-masing. Bahkan ada beberapa negara bagian seperti Washington DC yang memperbolehkan para pemilih mendaftar dan memilih pada hari yang sama. Sistem ini menjamin pemilih dapat memilih kapan saja agar banyak penduduk yang berpartisipasi pada pemilu.

Sama-sama pakai pensil 2B di Lembar Jawaban Komputer
Pasti Anda ingat betapa susahnya menulis nama lengkap untuk mengisi Lembar Jawaban Komputer bukan? Ternyata di pemilu Amerika Serikat, mereka juga melakukan hal yang sama. Setelah mendapatkan lembar suara, para pemilih akan melingkari bulatan yang ada di atas nama kandidat. Sehitam mungkin dan sebersih mungkin agar mudah dibaca di komputer sehingga suara bisa terhitung. Bukan hanya memilih presiden saja, para pemilih juga memberikan suara pada dewan serta beberapa posisi lainnya. Hal ini tentu berbeda-beda di setiap negara bagian.

Rahasia, seperti jawaban Anda di Ujian Nasional
Meski dapat sontekan, tentu saja yang menentukan jawaban Anda sendiri bukan? Hal ini sama dengan pemilu di Amerika Serikat yang rahasia. Mereka membawa kartu yang mirip Lembar Jawaban Komputer ke bilik suara untuk menghitamkan jawaban mereka. Lembar jawaban ini juga memiliki keunikan yang tidak ditemui di Indonesia. Mereka menggunakan lembar jawaban multi bahasa, mulai dari bahasa Inggris, bahasa Spanyol dan bahasa Tiongkok pada tulisan yang tertera di kertas suara. Tanda-tanda resmi untuk tempat pemilihan juga dibuat bilingual, Inggris dan Spanyol.

Setelah selesai, boleh langsung pulang

Informasi pemilu di Amerika Serikat yang multi bahasa (foto: Jason Margolis)

Setelah selesai, boleh langsung pulang
Ketika Anda selesai mengerjakan Ujian Nasional, pasti boleh langsung pulang tanpa ada kewajiban lainnya. Sama dengan Pemilu Amerika Serikat yang tidak mengenal sistem celup jari ke tinta, seperti di Indonesia, setelah selesai memberikan suara. Jadi jari bersih, hati senang karena sudah memilih, dan pikiran jadi tenang karena sudah melaksanakan kewajiban.

Diperiksa dengan komputer hingga tingkat nasional
Cara penilaiannya juga sama antara UN dan pemilu Amerika Serikat. Bila UN akan diperiksa di tingkat Provinsi dan Nasional, surat suara pemilih di Amerika Serikat akan diperiksa dari tingkat Negara Bagian hingga nasional. Seluruh skor yang masuk akan dikonversi menjadi Electoral Votes yang berbeda poinnya di berbagai Negara Bagian. Hingga akhirnya dapat dijadikan patokan bahwa salah satu kandidat bisa menang bila berhasil mengoleksi hingga 270 Electoral Votes dari 50 Negara Bagian di Amerika Serikat.

Kalau UN ada Try Out, Pemilu AS ada Early Election
Pada Ujian Nasional, para peserta dituntut bisa mengerjakan dengan baik sehingga hasilnya juga bagus. Maka ada uji coba yang dilaksanakan dua minggu sebelum Ujian Nasional yang dinamakan dengan Try Out, sehingga para peserta siap melaksanakan Ujian Nasional. Sedikit sama dengan Try Out, pemilu di Amerika Serikat juga melakukan aktivitas dua minggu sebelum hari “H”, yaitu Early Election. Pada fase Early Election, para pemilih sudah diperbolehkan memilih presiden dan wakil-wakil dewannya hingga hari pemilu serentak diadakan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memilih karena sudah diberikan rentang waktu yang panjang.

Artikel Selanjutnya
Terkuak, Ini Daftar Negara yang Jadi Mitra Dagang Korea Utara
Artikel Selanjutnya
Korea Utara Klaim Sukses Uji Coba Bom Hidrogen