Sukses

Bukan Lagi di Tembok, Street Art Ini Dibuat di Hutan Amazon

Liputan6.com, Jakarta Ketika sebagian besar seniman jalanan menggunakan tembok-tembok di kota untuk menyampaikan pesan mereka melalui seni, tetapi tidak dengan seniman yang satu. Ia memilih untuk menggunakan hutan hujan di Brasil sebagai kanvas yang akan memberikan kesan dramatis dari karyanya.

Seperti yang dilansir dari look4ward.co.uk, pada Jumat (11/11/2016), Pihippe Echaroux adalah seorang seniman sekaligus aktivis, yang memutuskan untuk menerangi hutan amazon dengan proyektor besar dari wajah orang dari suku Surui untuk menyampaikan pesan yang kuat untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya untuk melestarikan lingkungan.

1 dari 3 halaman

Suku Surui

Suku Surui telah hidup seperti pada zaman batu sampai tahun 1969, namun sekarang tidak lagi. Kini mereka telah melek dengan teknologi yang digunakan untuk melindungi tanah kelahiran mereka. Menurut Philippe Echaroux, suku ini merupakan korban dari ekspolorasi hutan yang berlebihan dan penambangan emas. Para perusak hutan ini tidak segan untuk mengobrak-abrik area yang telah dihuni oleh suku Suri selama beratus tahun lamanya.

2 dari 3 halaman

Karya seni sebagai pengetuk hati nurani

Dengan menggambarkan wajah gigih dari orang yang hidupnya terkena dampak langsung dari kerusakan hutan yang dirusak oleh orang lain, seniman ini mencoba untuk mengingatkan masyarakat akan ancaman lingkungan yang saat ini dialami alam yang ada di sekitar kita.

Seni ini dibuat sebagai respon terhadap koki dari India, Almir Surui Narayamog, yang telah meminta suku itu untuk dapat disorot ke publik. Dia mengetahui nasib dari suku Surui saat dia sedang liburan keliling dunia.

(Achmad Rully P)