Sukses

Campuran 2 Jenis Minuman Ini Sama Bahayanya dengan Kokain

Liputan6.com, Jakarta Para ilmuwan menemukan bahwa mencampur minuman berenergi dengan alkohol dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan Anda, seperti yang dilansir dari Marieclaire.co.uk pada Senin (31/10/2016).

Apakah Anda merasa malam di klub menjadi tidak menyenangkan ketika orang-orang mulai memesan minuman Jagerbombs? Ya, campuran dari Jagermeister, minuman alkohol asal Jerman, dengan minuman berenergi ini dapat mengundang 'kekacauan' karena efek yang timbul bagi orang yang mengonsumsinya.

Menurut sebuah penelitian dari Purdue University, Indiana, mencampur minuman berenergi yang berkafein tinggi dengan alkohol akan menimbulkan efek negatif yang sama seperti saat mengonsumsi kokain.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Profesor Richard van Rijn, aktivitas otak dimonitor setelah partisipan mengonsumsi kombinasi klasik minuman berenergi dan alkohol. Hasilnya mengkhawatirkan karena serupa dengan aktivitas otak seseorang yang mengonsumsi kokain, narkotika kelas A. 

"Sepertinya ketika 2 substansi ini dicampur, membuat perubahan neurochemistry dalam otak sehingga dapat mengubah perilaku seseorang," Profesor van Rijn menuturkan.

Walaupun demikian, bukan berarti Anda harus membuang semua minuman berenergi yang ada di lemari es. Perlu diingat bahwa efek buruk yang ditimbulkan adalah hasil pencampuran minuman berenergi dengan alkohol. Profesor van Rijn menjelaskan, "Efek dari mencampur dua jenis minuman ini sangat jelas, namun efek tersebut tidak terjadi ketika diminum terpisah." 

Efek menyeramkan dari mencampur minuman berenergi dengan alkohol bahkan telan menelan korban. Seorang turis dari Inggris bernama Peter Nicholson meninggal di Thailand setelah pesta minuman keras, di antaranya campuran vodka dengan minuman berenergi.

Pada pemeriksaan, ahli toksikologi Julie Evans menjelaskan, "Ada beberapa kekhawatiran di sekitar proses orang yang mengkonsumsi vodka dan minuman berenergi. Ini adalah stimulan dan dapat melawan efek dari alkohol. Orang akan mengonsumsi lebih banyak alkohol tanpa menyadari betapa mabuknya mereka. Hal ini disebut 'mabuk terbelalak'. Ketika Anda mencampur minuman berenergi dengan vodka, Anda seakan-akan 'menghilangkan' efek alkohol pada tubuh."

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi campuran alkohol dengan minuman berenergi cenderung akan memakai kokain. Alasan? Saat Anda sudah pernah mengalami efek dari campuran minuman ini, tubuh Anda akan menyesuaikan diri, dan Anda akan mencari sensasi yang lebih tinggi lagi.

Profesor van Rijn juga menjelaskan bahwa orang-orang yang sudah terekspos pada alkohol dan kafein sejak muda akan agak mati rasa terhadap efek menguntungkan kokain saat dewasa. Mereka kemudian akan mengonsumsi kokain dalam kadar yang lebih tinggi lagi. Inilah mengapa para pengguna narkoba kesulitan berhenti karena adanya perubahan yang menetap dalam otak mereka.