Sukses

Ini yang Diperhatikan Konsumen Saat Membaca Tabel Nutrisi Makanan

Liputan6.com, Jakarta Penempelan label nutrisi sudah diterapkan sejak beberapa dekade lalu. Label kandungan nutrisi dalam sebuah kemasan produk makanan bertujuan untuk menginformasikan pada konsumen. Juga, agar konsumen lebih sadar pada gaya hidup sehat dan belanja sehat.

Namun, benarkah penulisan label ini berguna bagi konsumen? Apakah konsumen betul-betul membaca label nutrisi? Menurut penelitian dari Jurnal American Dietetic Association, yang dilansir dari Elsevier.com, Kamis (3/11/2016), "Konsumen memang menaruh perhatian pada label fakta nutrisi, namun demikian, hanya sedikit konsumen yang mengamati semua komponen yang tertera,” jelas Dan J. Graham, PhD dan Robert W. Jeffrey, PhD, dari Division of Epidemiology and Community Health, University of Minnesota, Amerika Serikat.

"Mengetahui nutrisi sebuah produk makanan bisa mengedukasi konsumen untuk membeli produk yang lebih sehat dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Nah, menurut penelitian, lokasi penempatan label juga mempengaruhi tingkat kepedulian konsumen untuk membacanya. Konsumen lebih tertarik untuk membaca ketika label itu diletakkan di tengah kemasan," ujar Dan J.Graham dan Robert W. Jeffrey.

Dalam penelitian tersebut terungkap pula, ternyata komponen nutrisi yang paling banyak dilihat konsumen adalah lemak, yakni 31%. Berikut adalah persentase komponen nutrisi yang dibaca oleh konsumen:

31% melihat besarnya lemak
20% melihat kandungan lemak trans
24% melihat kandungan gula
26% mengecek saran ukuran penyajian
9% melihat besarnya kalori
1% melihat komponen lainnya.