Sukses

Adakah Kisah di Balik Seragam TNI? Simak di Sini

Liputan6.com, Jakarta Tentara Nasional Indonesia atau biasa dikenal dengan TNI adalah angkatan perang Indonesia yang hari ini merayakan hari jadinya yang ke 71. Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara HUT TNI dilaksanakan tepat pukul 07.10 WIB dan dipimpin oleh Kolonel Kes Irfan Bachtiar.

Jika melihat tentara Indonesia, satu hal yang sangat kental dan familiar adalah corak loreng dan kombinasi warna cokelat, hijau, dan hitam pada seragamnya. Corak loreng ini juga sering disebut sebagai cara kamuflase.

KSAD Jenderal TNI Mulyono (kiri depan) bersama Danjen Kopassus Mayjen TNI M Herindra berdiri di depan pasukan baret merah usai upacara Penyematan Brevet Komando di Makopassus, Cijantung, Jakarta, Jumat (25/9/2015). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kamuflase biasanya digunakan oleh para tentara untuk membatu bertahan hidup dari musuh. Praktiknya, semua warna dan bahan kostum perang, serta peralatan militer yang dimiliki oleh tentara di seluruh dunia digunakan untuk menyamarkan diri. Corak yang ada juga sekaligus dapat menghalangi intaian musuh.

Seragam TNI.

Jika Anda memperhatikan, warna hijau menjadi warna yang dominan dalam seragam TNI. Mengapa? biasanya medan perang berada di daerah hutan dengan pohon berwarna hijau dan kayu berwarna cokelat. Paduan warna ini pada baju tentara dapat membantu proses penyamaran di dalam hutan.

Seragam TNI.

Untuk menambah gagah dan memperlihatkan pangkat, pada bagian bahu seragam TNI biasanya juga terdapat bintang sebagai tanda jabatan tentara tersebut.

Artikel Selanjutnya
Kejayaan Warna Biru Asli Indonesia yang Kini Mulai Terlupakan
Artikel Selanjutnya
Makna Jersey Anyar Bali United di Liga 1