Sukses

ArtJog 9 Buat Seni Menjadi Bahasa Semua Orang

Liputan6.com, Jakarta Sekali lagi, ArtJog menegaskan posisinya untuk ikut berperan dalam mengembangkan seni rupa yang ada di Indonesia dan mendorong lahirnya para seniman baru yang dinamis dan kreatif.

Di usianya yang kesembilan ini, ArtJog mengangkat tema Universal Influence. Anda akan menyaksikan sebanyak 72 seniman dengan 97 karya dalam pagelaran ini. Tidak hanya berasal dari Indonesia, berbagai negara dari belahan dunia lain pun tak ingin kalah ikut menunjukkan karya mereka di sini, seperti seniman dari Jepang, Australia, Malaysia, Filipina, dan Liechtenstein.

Ada enam kategori karya yang ditampilkan dalam pameran seni kali ini, yaitu dua dimensi atau lukisan dan foto, tiga dimensi atau patung dan instalasi, video, site spesific object, dan performance.

Heri Permad selaku pendiri sekaligus direktur artistik ArtJog mengatakan, "Universal Influence berangkat dari sebuah pemahaman bahwa apa yang menjadi kebudayaan global atau universal lahir melalui akumulasi peristiwa yang membuat sejarah. Di samping itu, kita dapat melihat bahwa universalitas tersebut juga mempunyai pengaruh pada tatanan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, bahkan religi. Di tahun ini, ArtJog ingin menjadi bagian dari kekuatan yang ikut mewarnai dinamika seni rupa Indonesia."

Menyetujui hal di atas, Niluh, seorang kurator seni ArtJog 9 yang berasal dari Bali menyatakan bahwa karya-karya yang ditampilkan dalam pameran kali ini khusus untuk menghargai para seniman yang telah setia bekerjasama selama delapan tahun terakhir.
"Di sini, kami benar-benar hanya memilih karya terbaik dari para seniman untuk ditampilkan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya seni adalah sebuah bahasa yang dapat dimengerti oleh siapapun," jelas Niluh ketika ditemui oleh tim liputan6.com, di JNM pada Jumat (27/5/2016).

Beberapa nama seniman Indonesia ternama juga terlibat dalam pagelaran ArtJog 9 ini, di antaranya adalah Eko Nugroho dan Garin Nugroho.