Sukses

Dilupakan Indonesia, Ini Desain Rumah Apung di Berbagai Negara

Liputan6.com, Jakarta Konsep kampung deret atau rumah apung sebenarnya bukan suatu yang baru di masyarakat Indonesia. Di Kalimantan Selatan misalnya, sebagai Negeri Seribu Sungai, masyarakat kawasan ini telah lama mengenal rumah apung yang disebut Rumah Lanting.

Sebagai negara maritim yang memiliki banyak pulau dan dialiri sungai, kampung deret dan rumah apung menjadi konsep yang tepat bagi sejumlah permasalahan pemukiman warga, mengingat kehidupan masyarakat yang bermukim bantaran laut dan sungai menjadi suatu hal yang tidak bisa ditolak.

Tak hanya di Indonesia, konsep kampung deret juga banyak diadopsi negara berkembang di Eropa. Di Belanda misalnya, rumah apung dibuat dengan desain yang modern. Seperti yang disarikan dari berbagai sumber, Jumat (20/5/2016), berikut enam desain modern rumah apung di beberapa negara di dunia.

Rumah Apung Zitadelle, Belanda

Rumah Apung Zitadelle, Belanda

Fakta menunjukan, lebih dari setengah orang-orang yang tinggal di Belanda bermukin di bawah permukaan laut. Menyadari hal tersebut, pemerintah Belanda bukan merelokasi penduduk yang tinggal di bantaran sungai, namun memfasilitasi mereka dengan membangun rumah apung bergaya modern. Zitadelle di Belanda menjadi contoh menarik, dibangun menggunakan pondasi beton, dan bagian bawahnya dilengkapi dengan stereofoam, membuat rumah tetap aman saat permukaan air naik.

“Kami berpikir, kehidupan di atas air sudah menjadi bagian dari kami ketimbang terus di darat,” kata Koen Olthuis, arsitek yang merancang rumah apung di Belanda, seperti yang dikutip dari bussinesinsider.

Kini rumah apung di Belanda sudah mencapai 10 ribu unit dan seperempat bagiannya bersandar di kanal-kanal Amsterdam. Disesain dengan sangat minimalis namun modern, rumah apung ini menjadi jalan keluar yang tepat bagi lahan kota yang makin terbatas.

Malcew Float House

Malcew Float House

Rumah terapung yang dirancang oleh arsitek Dymitr Malcew berhasil mengadopsi konsep rumah terapung tradisional ke dalam hunian modern. Menggunakan platform yang mengambang, proyek rumah terapung yang didanai perusahaan pengembang asal Prancis ini, bisa dipindahkan dengan sangat mudah. “Konsep rumah terapung ini terinpirasi dari alam, keterbukaan, dan gaya hidup mewah,” ungkap sang arsitek seperti dikutip dari lama huhmagazine.

Tom Givons Float House

Tom Givons Float House

Siapa yang menyangka jika rumah semi apung yang dikenal dengan nama Tom Givons Float Houses dulunya adalah sebuah kapal tenggelam yang sebagian besar bagiannya rusak. Namun di tangan seorang arsitek bernama Tom Givone, bangkai kapal ini disulap menjadi rumah terapung besar yang membuat decak kagum banyak orang, seperti diungkap laman boswrest.

Berlokasi di Narrowsburg, New York, rumah semi apung ini menginspirasi berdirinya banyak rumah apung lain. Disebut rumah semi apung, mengingat pondasi bangunan rumah sebagian berada di atas tanah, dan sebagian lain menjorok ke danau.

The Water Nest

The Water Nest

Memiliki bentuk yang unik namun modern, The Water Nest merupakan rumah apung karya arsitek berkebangsaan Italia bernama Giancarlo Zema. konon pembanguan rumah apung seluas 100 meter ini menggunakan bahan-bahan bangunan yang sudah tidak terpakai. Selain menjadi jalan keluar bagi persoalan pemukiman di kawasan pesisir, rumah apung ini juga ramah lingkungan karena mendaur ulang bagian-bagian yang sudah tidak terpakai.

Seattle Floating House

Seattle Floating House

Perkampungan apung ini pertama kali dibangun dengan tujuan sebagai tempat bermukim para pekerja kayu. Awalnya rumah dibangun di atas rakit, kemudian seorang arsitek bernama Eric Cobb diminta untuk mendesain sebuah hunian terapung di kawasan tersebut. sang arsitek mengakui, dirinya perlu mengadakan riset yang mendalam untuk menciptakan rumah apung di kawasan tersebut agar dapat mengambang dengan baik. menggunakan bahan beton ringan, yang dilengkapi dengan strerofoam, rumah-rumah tersebut kini menjadi hunian bagi banyak orang.

Floating House Huron

Floating House Huron

Penggunaan material kayu sebagai dinding eksterior menjadikan rumah apung yang berada di danau Huron, Ontorio, kanada ini nampak mewah dari kejauhan. Bagian kaki-kakinya yang menggunakan paralon dengan struktur baja yang dirancang khusus, membuat rumah ini mampu mengapung dengan baik di atas air.

Artikel Selanjutnya
Cuma Bayar Listrik Rp 10 ribu, Hidup di Desa Buat Iri Orang Kota
Artikel Selanjutnya
Top 3 Hari Ini: Cara Bersihkan Karpet Setelah Lebaran