Sukses

6 Stasiun Kereta Api Terkeren dari Berbagai Penjuru Dunia

Liputan6.com, Jakarta Hampir setiap individu Indonesia yang bekerja di perkotaan, menghabiskan waktu mereka di stasiun. Kepanikan akibat kereta terlambat atau justru terlambat dan tidak sempat menaiki kereta sangat mungkin di alami bagi para penyandang roker/anker atau bisa dikenal dengan `rombongan kereta`/`anak kereta`.

Kondisi fasilitas dan kenyamanan menunggu di stasiun mungkin masih terasa cukup minim di sebagian besar stasiun di Indonesia. Hanya stasiun-stasiun besar sajalah yang mampu memberikannya.

Oleh karena itu, jika dana memungkinkan, mungkin stasiun di Indonesia perlu didesain seperti 6 stasiun terkenal di dunia yang lansir dari laman Thrillist, Kamis (22/1/2015):

1 dari 4 halaman

Stasiun Terkeren 1-2

1. Drassanes Station

Seperti melihat set film `Tron` atau `Star Wars`? Tidak, stasiun ini merupakan stasiun yang berada di Kota Barcelona, Spanyol. Berbagai masalah drainase membuat pemerintah Spanyol tergerak untuk merenovasi stasiun ini pada tahun 2007.

2. Candidplatz

Tampilan artsy di seluruh ornamen stasiun, mulai dari dinding, lantai, dan bahkan pilar seperti ini bisa didapatkan ketika Anda berkunjung ke Munich, Jerman.

2 dari 4 halaman

Stasiun Terkeren 3-4

3. T-Centralen

Stasiun T-Centralen dihiasi dengan batuan dasar dan dinding yang indah sehingga membuat terasa berada di sebuah gua asli. Temukan stasiun ini di Stockholm, Swedia.

4. Arts et Métiers

Stasiun yang terletak di Paris, Prancis ini dibuka pertama kali pada tahun 1904, namun 2 tahun kemudian diubah dengan desain yang sungguh ciamik.

3 dari 4 halaman

Stasiun Terkeren 5-6

5. HafenCity Universität

Berlokasi di distrik HafenCity Hamburg, Jerman, ini menggantung indah kubus lampu yang berwarna-wanri. Masing-masing lampu diisi dengan 280 LED dan memandikan penumpang yang menunggu dengan permainan perubahan warna.

6. Toledo Station

Stasiun ini memang sengaja dibangun dengan berbagai unsur ekstetika, fungsional, dan kenyamanan. Stasiun yang terletak di Naples, Itali, ini menebarkan bintik-bintik biru dan putih pada dinding, langit-langit unik di atas eskalator, dan juga `lubang cacing` sepanjang 38 Meter untuk bisa mencuat di permukaan.

Artikel Selanjutnya
Hadapi Libur Idul Adha, KAI Operasikan 15 Kereta Tambahan