Sukses

Deretan Danau Indah nan Mistis di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Indonesia adalah negera kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 13.466 pulau. Dari Sabang sampai Merauke terhampar kekayaan alam yang tak akan ada habisnya untuk dinikmati.

Salah satu kekayaan alam tersebut adalah berupa danau. Ternyata di balik keindahannya, cekungan besar di permukaa bumi yang digenangi oleh air tawar ataupun asin ini juga menyimpan sejumlah cerita mistik.

Cerita mistik ini umumnya timbul karena penampakan atau nuansa dari danau itu sendiri yang dikelilingi oleh daratan, hutan rimbun juga keadaan airnya yang statis dan berwarna hijau. Cerita mistik yang menempel pada sebuah danau juga datang dari cerita rakyat yang juga diceritakan turun temurun dari generasi ke generasi.

Berikut deretan danau indah di Indonesia yang juta menyimpan beragam cerita mistis di dalamnya:

1 dari 7 halaman

Danau Tolire, Maluku

Danau Tolire, Maluku

Danau Tolire adalah danau yang terletak di Ternate, Maluku Utara. Danau yang terletak sekitar 10 km dari pusat kota Ternate ini, selain bentuknya unik juga memiliki cerita legenda yang menarik.

Dari kepercayaan warga berdasarkan cerita turun temurun, dan telah dibuktikan oleh orang-orang pernah mengunjunginya, benda yang dilempar ke danau tidak akan pernah menyentuh permukaan air danau. Diduga karena tertahan oleh kekuatan gaib dari dasar danau. Kekuatan gaib itu diyakini datang dari buaya siluman yang ada di danau itu.

2 dari 7 halaman

Rawa Pening, Semarang

Rawa Pening, Semarang

Rawa Pening ("pening" berasal dari "bening") adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua ini sudah berlalu.

Rawa ini digemari sebagai obyek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit.

3 dari 7 halaman

Danau Toba, Samosir

Danau Toba, Samosir

Berbicara mengenai danau Toba tentunya tak lepas dari penjelasan mengenai danau vulkanik dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di kota Medan, Sumatera Utara. Danau ini adalah danau air tawar terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara di mana di bagian tengah Toba terdapat pulau vulkanik, Samosir.

Cerita legenda mengenai sosok naga penjaga danau pun tak kalah pamor dengan kehebatan danau Toba lainnya. Menurut pengakuan warga disekitar danau mengatakan bahwa mereka sering melihat sosok naga di danau.

Konon, menurut mitos yang berkembang di sana, naga itu adalah anak dari Pak Toba yang berubah menjadi seekor naga yang hingga kini menjaga danau. Lebih seramnya lagi, naga tersebut hingga saat ini masih selalu menampakan diri.

Beberapa nelayan yang sering menjala ikan di danau Toba kadang mendapati makhluk besar bersisik seperti ular besar berenang di permukaan danau. Namun, tak seorang pun yang sanggup untuk membuktikan kebenaran naga tersebut.

4 dari 7 halaman

Danau Gunung Tujuh, Jambi

Danau Gunung Tujuh, Jambi

Danau Gunung Tujuh merupakan Danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi. tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci. Gunung Tujuh masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Masyarakat Kerinci mengenali Danau Gunung Tujuh sebagai Danau Sakti. Hal tersebut dikaitkan dengan air danau yang senantiasa bersih dimana dedaunan yang jatuh dari pohon di sekitar danau tidak akan kelihatan penampakannya di permukaan air. Sering pula diceritakan terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba di danau ini. Sebagian warga sekitar menyebut danau ini dengan nama Danau Para Dewa yang menyimpan pesona sekaligus misteri.

5 dari 7 halaman

Danau Kaco, Jambi

Danau Kaco, Jambi

Danau Kaco merupakan danau yang terlentak di Kabupaten Kerinci,Jambi. Tepatnya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Danau yang oleh masyarakat setempat menyebutnya Danau Kaco, dalam bahasa Indonesia berarti kaca ini berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan merupakan situs warisan UNESCO.

Terletak di kentinggian 1289 diatas permukaan air laut, danau ini tergolong danau yang kecil tidak seperti danau-danau pada umumnya. Hanya berukuran luas sekitar 30 x 30 meter, namun danau ini bisa menyuguhkan keindahan tersendiri diantara pepohonan di sekitarnya.

Selain mempunyai air yang sangat bening, kedalaman danau ini masih misteri dan belum ada yang tau pasti berapa kedalamanya. Walaupun kita masih bisa melihat beberapa ikan semah yang berlalu lalang mencari makan.

Keajaiban lain yang dimiliki Danau Kaco adalah danau ini dapat memancarkan cahaya yang terang saat gelap gulita, apalagi saat bulan purnama. Kebanyakan pengunjung banyak yang bermalam untuk melihat keajaiban ini dan tidak diperlukan penerangan karena terang dari cahaya danau.

Beberapa peneliti mencoba untuk mencari jawaban akan fenomena ini, tetapi semua masih misterius dimana dalam penyelaman oksigen habis sebelum menyentuh dasar danau.

Mitos lahirnya Danau Kaco ini bermula hadirnya sebuah cerita seorang putri cantik yang ingin dipinang oleh banyak pemuda. Tanpa ragu mereka menitipkan bebatuan mulia pada Raja Gagak, ayah sang putri. Akan tetapi, keserakahan justru membuat Raja Gagak menodai putrinya sendiri. Setelah itu, putrinya pun dibenamkan ke dalam danau beserta harta pinangan tersebut.

6 dari 7 halaman

Danau Linting, Deliserdang

Danau Linting, Deliserdang

Dalam sejarahnya Danau Linting yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Medan merupakan kawah atau sebuah retakan dari peristiwa vulkanik, hal itu terbukti dari kandungan belerang yang cukup tinggi dan baik dijadikan obat, baik juga untuk kulit jika berendam di Danau Linting tersebut.

Menurut masyarakat setempat lokasi ini dulu merupakan bukit yang tinggi. Suatu hari dengan hitungan detik terasa ada getaran sehingga hanya dalam beberapa bulan bukit itu berubah menjadi danau yang indah.

Danau Linting memiliki pesona yang indah walau danau ini tidak sepopuler Danau Toba. Akan tetapi Anda akan terpana dan terpesona saat anda berkunjung ke Danau Linting. Di Danau Linting banyak wisatawan yang berkunjung mulai dari wisatawan lokal hingga manca negara, walaupun Danau Linting masih belum akrab di kalangan wisatawan secara luas.

Objek wisata ini tidak begitu dikenal karena namanya tenggelam oleh keindahan dan pesona Danau Toba, yang merupakan icon pariwisata di Provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terluas di Asia.

Jika anda berkunjung ke danau mungil ini, maka Anda akan melihat tidak banyak orang yang akan berenang hingga ke tengah danau, disebabkan danau Linting ini pinggirannya saja sudah dalam apalagi di pertengahan danau, ini yang membuat banyak orang terheran oleh keunikan Danau Linting, hanya dengan luas satu hektar danau ini memiliki kedalaman yang luar biasa dan sulit dijangkau manusia.

Hingga kini, kedalaman Danau Linting Kerap menyimpan misteri. Beberapa warga setempat menyatakan bahwa belum ada data secara resmi mengenai kedalaman danau ini.

Seorang peneliti asing pernah mencoba mengukur kedalaman danau dengan cara manual. Meski peneliti tersebut telah menghabiskan tiga gulung benang sepanjang 100 meter namun benang tidak kunjung menyentuh dasar danau.

Sehingga timbul mitos di sekitar masyarakat bahwa danau tersebut sejatinya berbentuk seperti sumur yang sangat dalam. Maka dari itu bagi anda yang ingin berkunjung sangat dihimbau untuk tidak masuk ke tengah danau, kendati demikian anda masih bisa berendam di tepi danau sembari merasakan relaksasi air hangat sekitar 30 derajat celsius.


Artikel Selanjutnya
Cuma Bayar Listrik Rp 10 ribu, Hidup di Desa Buat Iri Orang Kota
Artikel Selanjutnya
Top 3 Hari Ini: Cara Bersihkan Karpet Setelah Lebaran